KUNCI KUNCI KEKUATAN MA’RIFAT Artikel ini disalin dari Blog BERTUAH [email protected] Apakah anda jenuh, eneg, bosan dengan jutaan bentuk dari mantera, amalan, ayat dan berbagai syarat agar dapat memiliki ilmu ghaib atau ilmu kebathinan, namun kekuatan kebathinan tersebut pun tak jua hadir melapisi sendi kehidupan anda, sementara jiwa anda terus bergejolak meminta dan berharap agar dapat memiliki ilmu ilmu kebathinan tersebut..? Jika iya’, maka itu adalah pertanda bahwa saat nya anda memasuki alam ma’rifat untuk dapat memiliki ilmu ilmu kebathinan. Namun sebelum anda memulai melangkahkan kaki ke alam ilmu ma’rifat, anda sebaiknya mengenal terlebih dahulu apa itu ma’rifat dalam hakikat yang di kenal oleh diri. Tidak perlu mengenalnya dengan berbagai penjelasan penjelasan yang teramat rumit untuk di pikirkan apalagi untuk di praktek kan. Kunci kunci ma’rifat yang akan saya ijazahkan ini dapat membantu anda secara otodidak untuk mempraktek kan langsung ilmu makrifat tersebut tampa harus menempuh berbagai hal yang membuat anda jenuh, eneg dan bosan seperti yang tertulis di atas, walau tentu saja menggali sebuah ilmu tidak dapat sempurna jika hanya di handalkan pada informasi dari internet. Ma’rifat sebenarnya berasal dari bahasa asli melayu indonesia, tepatnya bahasa dari tanah melayu pulau Penyengat kepuluan Riau, dalam literatur bahasa Arab tidak di temukan satu pun kalimat suku badui arab yang berbunyi ma’rifat. Itu sebabnya beberapa kaum Arab pada masa dulu dan masa kini berkonotasi bid’ah ataupun khurafat pada ilmu pengetahuan ma’rifat, apalagi ilmu pengetahuan ghaib seperti mengamalkan berbagai ayat ayat suci untuk tujuan menghadirkan kekuatan ghaib, orang Jawa yang berbahasa kromo inggil selalu terdapat penyebutan mrifat’ yang artinya melihat. Sedangkan dalam bahasa melayu pulau penyengat kata ma’rifat berarti memandang dengan penuh keyakinan karena telah pernah melihat apa yang di pandang tersebebut atau dalam logat melayu Bintan kata ma’rifat bermakna memandang isi’ dari buah walau kulit nya belum di kupas. Jadi memandang dalam persepsi bahasa melayu sangat berbeda dengan melihat, sebab melihat tidak membutuhkan pembayangan /visualisasi, sedangkan memandang sangat dominan peran pembayangan. Nah kunci pertama untuk mengusai ilmu ma’rifat ialah menstimulasikan ke dalam pikiran dan jiwa bahwa ma’rifat adalah seni kebathinan membayangkan sesuatu bukan melihat sesuatu. Kunci berikutnya adalah memulai memasuki langkah langkah penting dari ma’rifat tersebut. Bagaimana langkah kongkrit nya..? Saya andaikan…., anda hendak mengambil garam di rumah tetangga dengan kekuatan ma’rifat. Apakah ini mungkin dapat di lakukan..? Tentu saja mungkin. Namun sebelum anda dapat melakukannya, anda harus memenuhi dahulu beberapa syarat wajibnya ma’rifat. Pertama jika anda hendak mengambil garam di rumah tetangga, anda harus datang dulu ke rumah tetangga tersebut, anda masuk ke rumahnya, melihat arah dapur lalu melihat serta posisi garam tersebut di letak kan di bagian mana di dapur tetangga tersebut. Setelah semua ini pernah anda lihat maka baru lah dengan kekuatan ma’rifat anda dapat menggerak kan garam tersebut dari jarak jauh baik menggenggamnya maupun membuangnya. Sederhana nya begini, ” anda duduk di rumah anda lalu anda memulai ilmu ma’rifat anda dengan membayangkan rumah tetangga tersebut, lalu anda masuk ke dalam rumahnya dan pergi ke arah dapur lalu karena anda telah tau di mana garam itu di letak kan barulah dengan kekuatan ma’rifat anda garam itu dapat anda ambil, pada tahap awal mungkin yang baru dapat anda ambil adalah zat asin dari garam tersebut sehingga saat tetangga anda memasak garam tersebut, seberapa banyak pun di campurkan dalam masakan namun masakan tetap saja terasa hambar, namun secara perlahan namun pasti kelak anda pasti dapat menggambil garam itu melalui jarak jauh…kok bisa..? Mari kita lihat bagaimana bangsa jin, hantu dan makhluk halus lainnya seperti tuyul menggunakan ilmu ma’rifat..,perlu anda ketahui bahwa dari milyaran bahkan triliunan bangsa jin, tidak semua dapat menggerakkan benda kasar, hanya 20% saja dari bangsa jin itu yang mampu menggerak kan atau bersentuhan secara zahir dengan benda kasar / benda nyata, penyebabnya ialah..untuk dapat menggerak kan benda kasar, bangsa jin harus benar benar ahli dalam ilmu ma’rifat yaitu ilmu memandang dengan penuh keyakinan dan syarat utama nya ialah, benda yang akan di gerak oleh bangsa jin itu harus pernah dia lihat bentuk asal mula jadi nya dan posisi nya, jadi dengan membayangkan benda tersebut khususnya bentuk asal mula jadi benda tersebut barulah bangsa jin dapat menggerak kan benda tersebut dari alam yang sangat jauh yaitu alam halus ke alam kasar, maka oleh itu jika anda pernah bertemu dengan bangsa jin yang mampu merekondisikan / merubah / menggerak kan benda nyata di alam bumi ini maka dapat di pastikan bahwa jin tersebut ilmu nya sudah sangat tinggi. Kunci ma’rifat berikutnya ialah…..anda harus mengetahui rupa asal mula jadi dari benda yang akan anda jadikan target ma’rifat, jadi sederhana nya..anda akan lebih mudah mengendalikan target jika anda tau rupa asal mula jadi dari target tersebut, saya beri contoh anda akan menguasai ilmu kekebalan dengan kekuatan ma’rifat, anda harus membayangkan terlebih dahulu bentuk asal mula jadi dari segala besi, setelah bentuk nya dapat anda ketahui maka bentuk itu lah anda bayangkan melapisi sekalian tubuh anda bahkan anda telah penuh memandang tubuh anda di lapisi oleh rupa sebenarnya besi, nah jika sudah begini maka ilmu kekebalan anda dapat di uji coba kapan saja dan dimana saja, pasti sempurna, dulu ada seorang guru yang bercerita bahwa tanda tanda semua ilmu kekebalan itu menyatu atau sempurna di badan kita ialah kita akan bermimpi tubuh kita di lapisi oleh semacam baju / pakaian dari besi, jika sudah pernah bermimpi begini maka pasti ilmu kekebalannya dapat di katakan sempurna, selain dari tanda tanda begitu maka jangan coba coba untuk berani menyakini bahwa anda memiliki ilmu kekebalan, sebenarnya menurut saya bukan mimpi itu pertanda nya tetapi sesiapa yang pernah bermimpi tubuhnya di lapisi baju atau pakaian dari besi maka rupa dari pakaian besi itu lah yang harus di ingat betul betul, lalu saat akan di lakukan uji coba maka rupa dari pakaian besi itu lah yang di ma’rifatkan ke tubuh nya kembali atau ke benda apapun, maka pasti sesuai dengan kehendak dan aturan alam..ilmu kebalnya dapat di uji coba dan terbukti…jadi kunci nya berada dapat memandang bentuk asal dari rupa benda yang di makrifatkan, itu sebabnya dalam ilmu PUTUS MAKRIFAT NUR MUHAMMAD, anda harus dapat melihat rupa asli anda dalam mimpi yang bercahaya, kelak rupa asli tubuh anda yang bercahaya itu lah yang akan anda ma’rifatkan dalam penggunaan ILMU NUR MUHAMMAD, ingat lah ilmu ma’rifat adalah ilmu memandang rupa asli dari sesuatu yang di ma’rifatkan, diri anda yang bercahaya di dalam mimpi itu adalah rupa asli dari NUR MUHAMMAD anda. Sekarang mari kita ke tahap yang lebih tinggi, agar ilmu kekuatan bathin yang anda miliki atau amalkan insyaallah masyaallah akan lebih tinggi dan bermarwah pula….saya mengerti pembaca adalah orang orang yang ahli zikir, kuat berzikir, kuat tirakatan, namun dalam ilmu ma’rifat hal hal semacam itu sering di katakan sebagai bacaan hampa / tawar / kosong’, penyebabnya ialah…anda termasuk saya dulu nya, tidak memandang apa isi dari zikir tersebut, bagaimana bentuk rupa dari mantera, ayat atau pun ucapan ucapan yang kita zikir kan tersebut, sehingga zikir yang kita lakukan seperti orang yang hendak mengambil garam di rumah tetangga namun kita tidak tau di mana letak garam tersebut…saya sederhana kan begini, andaikan anda membaca bismillahirrahmaa nirrahim, bentuk seadanya saat ini ya seperti yang tertulis di dalam alquran, namun tau kah anda rupa asal mula jadi nya bismillahirrahmaa nirrahim tersebut, seperti sebongkah roti yang hendak anda makan, rupa roti saat anda makan itu bukanlah rupa asli nya, itu sudah rupa rekontruksi atau rupa yang terbentuk atas berbagai perubahan, dari tepung yang kental, kenyal lalu di bentuk lah berbagai bentuk terbaru…jadi jika anda ber ma’rifat kepada ayat bismillahirrahmaa nirrahim agar mendapatkan kekuatan ghaib dari bacaan tersebut, anda harus mengetahui dan memandang dengan punuh keyakinan rupa asli dari ayat bismillahirrahmaa nirrahim tersebut, begitu juga jika anda menjadikan Sholawat Nabi sebagai pemicu membangkitkan kekuatan ghaib, jika anda seorang pengamal ilmu makrifat, insyaallah masyaallah anda dapat membangkitkan kekuatan ghaib hanya dengan memandang rupa asli dari Sholawat Nabi tersebut…perlu juga di ketahui sesungguhnya segala sesuatu itu ada asal mula jadi nya asbabun nuzul dan pada asal mula jadi nya itu lah terdapat rupa semula jadi sesuatu tersebut. Nah di dalam ilmu ma’rifat, sangat penting mencari tau tentunya dengan berguru rupa semula jadi atau rupa asal dari sesuatu tersebut,..apa yang anda lihat saat ini tentu bukanlah apa yang sebenarnya anda lihat, sebab melihat adalah salah satu indera yang sangat terbatas berbeda dengan indera memandang, anda tidak dapat melihat alam kubur dengan indera melihat namun dengan indera memandang / ma’rifat maka alam kubur terlihat jelas…coba anda melihat saat anda sholat, apa yang dapat indera penglihatan anda lihat, selain hanya tunggang tunggit lalu komat kamit begitu saja…namun berbeda halnya jika anda ber ma’rifat dalam sholat..anda akan dapat melihat rupa sebenarnya yang sholat tersebut, anda akan melihat begitu luasnya dan panjangnya perjalanan dari hidup itu melalui sholat, itu sebabnya ada beberapa orang di muka bumi ini yang mampu sholat diatas air, mampu sholat di dalam air, mampu membengkok kan sebilah besi baja, mampu memukul benda lain dari jarak jauh, mampu membuat pencuri kelepek klepek meminta maaf, mampu melaksanakan pelet, pengasihan, menarik benda benda dari alam ghaib seperti emas intan dan pusaka pusaka lainnya, semua itu percaya atau tidak, sadar atau pun tidur…mereka adalah orang orang yang telah mampu melaksanakan ilmu ma’rifatnya dengan mengetahui rupa asli dari benda benda tersebut…saya beri contoh ilmu ma’rifat yang paling mudah dan paling cepat reaksi ghaibnya..anda tidak perlu membaca mantera mantera, ayat, tirakat puasa nglowong dan lain sebagainya, namun hal ini saya khususkan hanya untuk orang yang sudah berkeluarga saja,…saat istri anda marah atau lari dari rumah, pasti anda akan mencari bantuan bantuan dengan berbagai macam ragam doa doa kan..? sebenarnya dengan ilmu ma’rifat anda akan lebih mudah membuat istri anda kembali baik kepada anda cara nya ialah dengan mema’rifatkan rupa aslinya di muka bumi ini, anda suami nya pasti sudah pernah melihat segala bentuk rupa tubuh istri anda, ingat jangan ma’rifatkan nama dan bentuk baru nya yang berpakaian lengkap tersebut,….anda pejamkan mata, pandangi tubuh asli istri anda tampa tertutup oleh apapun keadaan, anda pandangi segala rupa tubuhnya bahkan dimana tanda lahir di tubuh istri anda pun anda ketahui, pandangi secara vulgar, tidak ada satupun yang tertutup, setelah itu masukan diri anda ke dalam tubuh istri anda, dalam beberapa detik istri anda pasti kliyengan merindu kepada anda, hal ini tentu tak akan dapat di ma’rifatkan oleh yang bukan istri walau pun mungkin mereka pernah berzina namun pasti yang terlihat saat berzina tersebut bukanlah rupa asli dari si wanita atau masih ada yang di tutupi. Kunci kunci ma’rifat berikutnya yang lebih khusus ialah….jika anda hendak memanggil istri anda yang lari atau meleraikan masalah suami istri yang tengah terjadi dengan kekuatan ilmu ma’rifat, anda harus melihat terlebih dahulu rupa asli nya wanita, dalam ilmu ma’rifat khusus…sang guru akan memperkenalkan bentuk atau rupa asli nya istri Nabi Adam itu yaitu Siti Hawa, adakah praktisi pengasihan atau pun pelet yang mengetahui rupa asli nya Siti hawa..? Apakah wanita yang hidup saat ini duplex / serupa dengan Siti Hawa yang menjadi asal rupa dari wanita, dalam ilmu pengasihan ma’rifat rupa asal mula jadi dari wanita ini wajib di lihat, sehingga saat menyalurkan ilmu pengasihan, ilmu pelet atau pelerai suami istri…anda cukup memandang rupa asal wanita tersebut saja dengan pandangan ma’rifat…nah kunci kunci makrifat yang cukup pentingnya yang harus di kuasai oleh praktisi ilmu ma’rifat ialah, memandang rupa asal mula jadi nya tanah, air, api dan angin…sebab boleh di katakan 99% segala kekuatan ghaib dan kebathinan sumber wasilahnya dari ke empat unsur ini, apakah tanah yang ada saat ini rupa asli nya seperti saat ini, apakah rupa asal mula jadi nya air seperti rupa air saat ini apakah air di surga rupa nya seperti air di bumi ini, apakah tanah yang nanti menumbuhkan tumbuh tumbuhan yang manis di surga akan seperti tanah di bumi ini..? dalam ilmu ma’rifat insyaallah masyaallah rupa rupa asal mula jadi benda benda di surga ini wajib di ketahui, sehingga saat akan membangkitkan kekuatan ghaib tanah maka yang di pandang dengan ma’rifat adalah rupa tanah yang asal mula, begitu juga dengan yang lainnya. Ada hal yang sangat penting menurut saya dalam mengamalkan kekuatan ma’rifat ini yaitu, mengenal rupa asalnya kalimat “ALLAH” beberapa orang orang pengamal ilmu hikmah kerap menyampaikan sebaik baiknya manfaat saat berzikir kalimat ALLAH ini ialah dengan membayangkan lafaz ALLAH, setelah saya amalkan ternyata sangat benar, manfaat, khasiat dan energy yang tercipta dengan membayangkan lafaz ALLAH saat berzikir jauh lebih besar dari hanya berzikir dengan kalimat kalimat saja, ini baru membayangkan lafaz ALLAH nya belum dengan membayangkan rupa asli dari lafaz ALLAH tersebut, lafaz ALLAH itu ada isi nya, isi nya itu lah asal mula dari lafaz tersebut..sebenarnya yang tunduk sekalian alam ini ialah pada isi dari lafaz ALLAH tersebut bukan pada tulisan lafaz nya, sebab tulisan pun tentu terbentu dari berbagai rekontruksi perubahan perubahan namun bentuk asli nya sampai kiamat tidak akan berubah, laksana akan mengambil garam jarak jauh di rumah tetangga, kita tidak akan pernah dapat mengambilnya jika kita tidak pernah melihat secara langsung posisi dapur dan dimana garam itu di tempatkan..jadi kelak dalam penggunaan zikir ALLAH ini lah rupa aslinya kita gunakan, jika di letak kan sebagai dinding maka dinding itu lah yang menjadi pembatas pencuri, begal, orang zolim dan lain sebagainya menyentuh tubuh kita, jika saat anda melempar dengan kekuatan ma’rifat rupa asal lafaz ALLAH ini maka rupa asalnya itu lah melempar, lemparlah musuh musuh anda dengan makrifat isi atau rupa asal mula jadi lafaz ALLAH tersebut, maka hanya dengan memandang maka terlemparlah musuh musuh anda tersebut jauh lebih jauh dari pada terlempar oleh sekedar wirid, ucapan atau lafaz…. Anda mau melatih kekuatan ma’rifat anda…berikut saya berikan latihan sederhana dan dapat di lakukan oleh segala usia,…anda pernah makan buah buahan yang ada biji nya, jika pernah pilih lah salah satu dari buah tersebut yang telah pernah anda lihat isi nya, letak kan buah tersebut di hadapan anda, lalu pejamkan mata anda…niatkan dengan niat “aku memandang dengan pandangan ma’rifat” lalu dalam keadaan mata terpejam pandangi lah buah yang di hadapan anda…pandangi pertama dahulu bentuk nya, harus betul betul sesuai dengan bentuk zahir nya…lalu pandangi kulit dan warna nya, juga harus betul betul sesuai dengan kulit dan warna nya…kini pandangi lebih dalam biji dari buah tersebut,…pandangi sampai betul betul anda melihat biji nya, agar lebih kuat daya ma’rifat anda, ucapakan dengan hati “aku memandang dengan pandangan ma’rifat”setelah terlihat jelas dalam pandangan ma’rifat…pukul pukul biji buah tersebut sampai anda puas, setelah itu buka mata anda lalu buka buah tersebut dan lihat lah biji nya, anda akan terkejut dengan bentuk bijinya yang menghitam atau seperti membusuk”. Lalu bagaimana dengan ikhtiar wirid, zikir, tirakat, riyadhoh, puasa puasa khusus untuk mengamalkan sebuah keilmuan kebathinan..? apakah ini tiada artinya atau ada korelasinya..?semua ikhtiar itu tentu ada korelasinya, tidak sama sekali sia sia walau kadang sebagaian besar memang lebih banyak tersia sia karena berbagai cobaan yang tak dapat di lalui seperti sangat sulit untuk istiqomah dan lain sebagainya, dalam ilmu ma’rifat..semua ikhtiar itu hanyalah transportasi atau alat untuk anda dapat melihat isi atau rupa dari segala sesuatu yang bersipat ilmu tersebut, sebagai contoh…anda akan mengambil garam di rumah tetangga dari jarak jauh, anda harus berjalan dahulu datang bertamu ke rumah tetangga tersebut, anda harus masuk dan melihat lihat sekeliling dapur tetangga tersebut, nah usaha bergerak yang anda lakukan ini lah sinonim dari ikhtiar wirid, zikir dan tirakatan tersebut, itu pun tidak menjamin 100% anda akan berhasil dengan satu jalan wirid, zikir dan tirakatan tersebut…bisa saja anda telah datang ke rumah tetangga ini namun dia lagi tidak di rumah, maka tentu saja anda tidak akan dapat melihat dapur nya…namun bagi seseorang yang langsung di beri tau oleh kawan, keluarga ataupun guru nya bentuk dari ruangan dapur dan dimana garam tetangga tersebut di letak kan, tentu lah tidak membutuhkan lagi iktiar berjalan atau bertamu ke rumah tetangga tersebut, sebagai contoh lain…anda di beri tau oleh guru anda rupa asal sebenarnya ”besi” tentu anda tidak perlu lagi mesti susah susah menulis ayat 81 surat an nahl pada jimat atau ikat pinggang anda, kunci nya berarti pada guru anda,…namun carilah guru yang benar benar sudah pernah berkunjung ke alam besi semula jadi tersebut, paling tidak pernah memiliki besi tue semula jadi sehingga secara facta sang guru betul betul sudah pernah melihat rupa asli sebenar asli nya segala besi….begitu lah sebagian kecil dari kunci kunci makrifat yang perlu anda pelajari di alam dunia ini, karena keterbatasan waktu dan ruang, apalagi di ruang internet yang pasti di baca secara umum tentu saja tidak semua hal dapat di sampaikan, paling tidak sedikit sedikit menjadi bukit akan lebih baik dari pada tumpukan gunung yang memuncak seketika….lalu bagaimana membangkitkan kekuatan diri dengan ilmu ma’rifat..? insyaallah akan di lanjutkan pada lain masa…. Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Search Ilmu Khodam. TAUHIDMETAFISIK #MelihatKhodam ijazah Ilmu KHODAM MACAN Ada Anggapan sebagian orang bahwa ilmu Alhikmah itu menggunakan "Khodam" atau merupakan "Ilmu Khodam" This is Ilmu Khodam can manifest as orbs, shadows and dark Khodam setrum/spontan adalah ilmu asmak setrum untuk mengambil pencak silat seseorang dan kita ilmu kebatinan, kunci ilmu kejawen, kunci ilmu kejawen kuno
MENGAPA ILMU MAKRIFAT HARUS DIRAHASIAKAN ? Ilmu Makrifat tidak boleh di ajarkan kepada yang bukan ahlinya, Nabi melarang dengan tegas. Karena Allah itu ghaib, maka perkara ini termasuk perkara yang dilarang untuk menyampaikannya dan haram pula dipaparkan kepada yang bukan ahlinya orang awam, sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadist Nabi bersabda وَعَائِيْنِ مِنَ الْعِلْمِ اَمَّا اَحَدُ هُمَا فَبَشَتْتُهُ لَكُمْ وَاَمَّااْلأَخِرُ فَلَوْبَثَتْتُ شَيْئًا مِنْهُ قَطَعَ هَذَالْعُلُوْمَ يَشِيْرُ اِلَى حَلْقِهِ Artinya “Telah memberikan kepadaku oleh Rasulullah SAW dua cangkir yang berisikan ilmu pengetahuan, satu daripadanya akan saya tebarkan kepada kamu. Akan tetapi yang lainnya bila saya tebarkan akan terputuslah sekalian ilmu pengetahuan dengan memberikan isyarat kepada lehernya. اَفَاتُ الْعِلْمِ النِّسْيَانُ وَاِضَاعَتُهُ اَنْ تَحَدَّثْ بِهِ غَيْرِ اَهْلِهِ Artinya “Kerusakan dari ilmu pengetahuan ialah dengan lupa, dan menyebabkan hilangnya ialah bila anda ajarkan kepada yang bukan ahlinya.” Para sufi juga mengatakan وَلِلَّهِ مَحَارِمٌ فَلاَ تَهْتَكُوْهَا Artinya “Bagi Allah itu ada beberapa rahasia yang diharamkan membukakannya kepada yang bukan ahlinyah”. Banyak orang yang sudah belajar ilmu makrifat namun kadang dengan begitu mudahnya menceritakan ilmu yang dipelajarinya kepada orang lain tanpa melalui proses pengijazahan atau lewat mursyid guru yang ahli, sehingga tak sadar ilmunya justru hilang, dan disaat ajalnya tiba dia justru tak mendapat hidayah bertemu dengan Rabbnya sehingga kematiannya masuk kedalam golongan kematian syariat, hancur tubuhnya di dalam kubur dan mengalami siksaan karena pertanyaan Mungkar dan Nakir tak bisa terjawab olehnya, Masya Allah ILMU FIQHI DAN ILMU SYARIAT TIDAK BOLEH DIRAHASIAKAN Adapun Ilmu Fiqhi tak boleh disembunyikan karena itu merupakan landasan yang paling wajib agar manusia bisa beriman kepada Allah, menyembunyikan ilmu fiqhi hukumnya adalah neraka, Ilmu fiqhi boleh diajarkan kepada siapapun, dalilnya Adapun tentang Ilmu Fiqih atau Syariat Nabi bersabda بَلِّغُوْا عَنِّى وَلَوْ اَيَةً Artinya “Sampaikanlah oleh kamu walau satu ayat saja”. Adapun Ilmu Fiqih tidak boleh disembunyikan, sebagaimana sabda Nabi SAW مَنْ كَتَمَ عِلْمًا لِجَمِّهِ اللهِ بِلِجَامٍ مِنَ النَّارِ Artinya “Barangsiapa yang telah menyembunyikan suatu ilmupengetahuan ilmu syariat akan dikekang oleh Allah ia kelak dengan api neraka”. Beberapa pertanyaan sering terulang tentang mengapa Ilmu Makrifat di rahasiakan. Sebenarnya tak ada satu ilmu pun di dunia ini yang harus di rahasiakan, tetapi yang perlu kita ketahui adalah bahwa dalam menuntut ilmu itu tetaplah punya aturan atau persyaratan. Ibarat bila seseorang ingin belajar di perguruan tinggi atau sekolah maka tak semudah dan segampang atau sesuka hatinya dia masuk perguruan tinggi atau sekolah tersebut lantas menimba ilmu di perguruan tinggi tersebut dengan sesuka hatinya, tentulah perguruan tinggi atau sekolah punya aturan dalam menerima siswa / mahasiswanya. Bila orang tersebut memenuhi syarat dan kriteria maka layaklah dia diterima sebagai siswa/mahasiswa di perguruan tinggi atau sekolah tersebut. Begitupun bila seorang ingin menimba ilmu Makrifat maka tentu harus punya kriteria dan syarat agar diterima sebagai santri atau murid, Seorang guru makrifat dikenal dengan istilah Mursyid adalah guru yang sudah mendapat amanah dan terpilih secara langsung atau tidak langsung untuk meneruskan ilmu makrifat kepada orang lain, Terpilihnya seseorang jadi mursyid tentu karena orang tsb memiliki syarat dan kriteria baik di mata gurunya mursyidnya maupun di mata Rabb-Nya Tuhan sehingga dia bisa terpilih untuk mewarisi ilmu tersebut agar disampaikan kepada umat manusia. Pemilihan langsung biasa terjadi dari seorang Guru Mursyid kepada muridnya yang kelak akan jadi Mursyid pula, umumnya seorang guru akan mendapat hidayah dari Allah untuk memilih khalifahnya calon Mursyid, Dan kadang pula terjadi pemilihan tak langsung dari seorang guru kepada muridnya yang akan terpilih jadi Mursyid, seorang murid yang terpilih secara tak langsung bisa karena murid tersebut memiliki kriteria dan syarat jadi mursyid sehingga Allah memilih dia untuk meneruskan atau mengajarkan ilmu makrifat kepada umat manusia. Proses pemilihan tak langsung ini bisa terjadi melalui pengalaman batin murid tersebut inilah yang disebut dengan Ilham bila pada diri seorang Nabi disebut wahyu, sehingga berdasarkan pengalaman batinnya maka dia wajib menyampaikan perihal pengalaman batinnya tersebut kepada Guru sebelumnya, maka Guru sebelumnya akan menilainya dan meminta hidayah kepada Rabb Tuhan, maka bila hasil hidayah tersebut sang Guru akan melihat dengan mata bashirahnya mata batinya bahwa muridnya tersebut sudah layak menjadi guru Mursyid pula, maka resmilah sang murid tersebut menjadi Mursyid. Sang Mursyid adalah seorang yang harus mampu menjaga kerahasiaan ilmu makrifatnya dan akan menurunkan ilmu makrifat tersebut kepada umat manusia dalam hal ini yang memenuhi syarat melalui proses Ritual atau Inisiasi atau dalam dunia makrifat biasa dikenal dengan istilah Baiat. Proses penurunan ilmu yang tidak melalui baiat atau inisiasi , maka ilmu tersebut tak akan berkah. Bahkan bisa berkibat fatal baik kepada murid tsb maupun kepada Gurunya. Banyak terjadi seseorang yang sebenarnya bukan guru tapi mengangkat diri jadi guru dan berani mengajar ilmu makrifat tsb, Inilah bahayanya sehingga beberapa orang yang pernah datang belajar kepadanya justru mengalami kekecewaan. Ilmu makrifatulah yang sejati atau yang asli bila diturunkan tanpa melalui proses baiat atau inisiasi maka dapat membuat pengamalnya menjadi tidak waras atau gila bahkan bisa mendapat musibah, hidupnya susah atau lenyaplah ilmu tersebut pada dirinya, dsb, Inilah alasan mengapa ilmu makrifat tersebut terkesan dirahasiakan. Jadi ilmu makrifat yang sejati proses penurunannya haruslah melalui baiat atau inisiasi, dan saat baiat atau inisiasi maka sang mursyid yang sudah mendapat karomah dari Allah akan membuka tabir ismul jalalah atau tabir cahaya ilahi pada diri muridnya, Janganlah pernah berguru ilmu makrifat lewat buku bacaan, buku bacaan adalah sebagai sarana pendukung dan pelengkap saja untuk memahami ilmu makrifat, dan jangan pula berguru ilmu makrifat kepada orang menurunkan ilmu makrifat tersebut bukan lewat inisiasi atau baiat misalnya lewat ceramah, khutbah, diskusi, seminar, dsb , apalagi orang tersebut bukan guru atau Mursyid yang asli, tetapi mengangkat diri jadi Guru, ini banyak terjadi di sekitar kita. Maka ilmu yang dipelajarinya tidak akan berkah dan selamanya akan ngambang, merasa sudah benar dan sempurna tetapi justru tak sadar bahwa setan telah membelokkan dia kejalan yang sesat. Ilmu Ma’rifattullah dipahami dan diamalkan dalam 3 pemahaman , yaitu 1. PEMAHAMAN DASAR , sifat Ilmunya WAJIB FARDHU AIN bagi setiap umat islam yang sudah dewasa dan berakal sehat. 2. PEMAHAMAN YANG MENDALAM,yaitu Pemahaman yang sifatnya mendalam dan hanya di sampaikan kepada yang berhak saja serta tidak di sampaikan secara terbuka kepada khalayak umum. Hukumnya FARDHU KIFAYAH Untuk bisa memahaminya maka harus mendapatkan HIDAYAH ANUGERAH AL HIKMAH surat Albaqarah 269,Allah swt berfirman ; ” ALLAH MENGANUGRAHKAN AL HIKMAH pemahaman yang dalam tentang alquran dan As sunnah kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan barang siapa yang dianugerahi AL HIKMAH itu maka ia benar-benar telah di anugerahi karunia yang banyak dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran dari firman allah “ 3. Pemahaman yang RAHASIA DAN DIRAHASIAKAN,yaitu Pemahaman yang sifatnya RAHASIA dan tidak selayaknya disampaikan kepada siapapun kecuali hanya untuk diri sendiri karena ilmunya antara diri dan Allah swt semata. Hanya dengan RAHMAT ALLAH SWT seseorang DITARIK MASUK KEDALAM RAHASIANYA yang di tandai dengan adanya HIDAYAH MENDAPAT NIKMAT LUAR BIASA DARI UJUNG RAMBUT SAMPAI UJUNG KAKI atau mengalami RAHASIA PERJALANAN SPIRITUAL SURAT AL FATIHAH dan menerima ANUGERAH NIKMAT sebagaimana surat Alfatiha ayat 7 “ Jalan orang-orang yang telah Engkau ANUGERAHKAN NIKMAT kepada mereka,bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat “ DARI ABU HURAIRAH ” Aku telah hafal dari Rasulullah dua macam ilmuPertama Ialah Ilmu yg Aku Di Anjurkan Untuk MenyebarluaskanMengajarkan kepada Sekalian Yg Kedua Ialah Ilmu yg Aku Tidak Di Perintahkan Untuk Menyebarluaskanmengajarkankepada Apabila Ilmu Ini Aku Sebarluaskan Niscaya Engkau Sekalian Akan Memotong Leherku. “ Ke RAHASIAAN ini juga dibenarkan oleh Allah swt sebagaimana yang di isyaratkan dalam Alquran surat ke 35 Fatir ayat 32 ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِي Tsumma auratsnaal kitaabal-ladziina-ashthafainaa min ibaadinaa faminhum zhaalimun linafsihi waminhum muqtashidun waminhum saabiqun bil khairaati biidznillahi dzalika huwal fadhlul kabiiru Artinya “Kemudian Kitab itu Alquran kami wariskan kepada orang – orang yang kami pilih diantara hamba-hamba kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan ijin Allah , yang demikian itu adalah karunia yang sangat besar “ Wassalam
TagArchives: rahasia kunci segala kunci ilmu makrifat. Makrifat Sifat Allah, Muara Segala Kebaikan. Muhammad ibnu Romli 23 September 2020 Aswaja, Serial Akidah Awam 1,772 Views. Ada hal menarik saat membaca bait kelima Aqîdatul-Awam. Bait itu sekaligus menjadi nazam pembuka yang membahas seputar ketuhanan. Nazam itu berbunyi: View this post Sangat sulit menjelaskan hakikat dan makrifat kepada orang-orang yang mempelajari agama hanya pada tataran Syariat saja, menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist akan tetapi tidak memiliki ruh dari pada Al-Qur’an itu sendiri. Padahal hakikat dari Al-Qur’an itu adalah Nur Allah yang tidak berhuruf dan tidak bersuara, dengan Nur itulah Rasulullah SAW memperoleh pengetahuan yang luar biasa dari Allah SWT. Hapalan tetap lah hapalan dan itu tersimpan di otak yang dimensinya rendah tidak adakan mampu menjangkau hakikat Allah, otak itu baharu sedangkan Allah itu adalah Qadim sudah pasti Baharu tidak akan sampai kepada Qadim. Kalau anda cuma belajar dari dalil dan mengharapkan bisa sampai kehadirat Allah dengan dalil yang anda miliki maka PASTI anda tidak akan sampai kehadirat-Nya. Ketika anda tidak sampai kehadirat-Nya sudah pasti anda sangat heran dengan ucapan orang-orang yang sudah bermakrifat, bisa berjumpa dengan Malaikat, berjumpa dengan Rasulullah SAW dan melihat Allah SWT, dan anda menganggap itu sebuah kebohongan dan sudah pasti anda mengumpulkan lagi puluhan bahkan ratusan dalil untuk membantah ucapan para ahli makrifat tersebut dengan dalil yang menurut anda sudah benar, padahal kadangkala dalil yang anda berikan justru sangat mendukung ucapan para Ahli Makrifat cuma sayangnya matahati anda dibutakan oleh hawa nafsu, dalam Al-Qur’an disebuat Khatamallahu ala Qulubihim Tertutup mata hati mereka itulah hijab yang menghalangi anda menuju Tuhan. Rasulullah SAW menggambarkan Ilmu hakikat dan makrifat itu sebagai “Haiatul Maknun” artinya “Perhiasan yang sangat indah”. Sebagaimana hadist yang dibawakan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda “Sesungguhnya sebagian ilmu itu ada yang diumpamakan seperti perhiasan yang indah dan selalu tersimpan yang tidak ada seoranpun mengetahui kecuali para Ulama Allah. Ketika mereka menerangkannya maka tidak ada yang mengingkari kecuali orang-orang yang biasa lupa tidak berzikir kepada Allah” Abu Abdir Rahman As-Salamy. Di dalam hadist ini jelas ditegaskan menurut kata Nabi bahwa ada sebagian ilmu yang tidak diketahui oleh siapapun kecuali para Ulama Allah yakni Ulama yang selalu Zikir kepada Allah dengan segala konsekwensinya. Ilmu tersebut sangat indah laksana perhiasan dan tersimpan rapi yakni ilmu Thariqat yang didalamnya terdapat amalan-amalan seperti Ilmu Latahif dan lain-lain. Masih ingat kita cerita nabi Musa dengan nabi Khidir yang pada akhir perjumpaan mereka membangun sebuah rumah untuk anak yatim piatu untuk menjaga harta berupa emas yang tersimpan dalam rumah, kalau rumah tersebut dibiarkan ambruk maka emasnya akan dicuri oleh perampok, harta tersebut tidak lain adalah ilmu hakikat dan makrifat yang sangat tinggi nilainya dan rumah yang dimaksud adalah ilmu syariat yang harus tetap dijaga untuk membentengi agar tidak jatuh ketangan yang tidak berhak. Semakin tegas lagi pengertian di atas dengan adanya hadist nabi yang diriwayatkan dari Abu Hurairah sebagai berikut “Aku telah hafal dari Rasulillah dua macam ilmu, pertama ialah ilmu yang aku dianjurkan untuk menyebarluaskan kepada sekalian manusia yaitu Ilmu Syariat. Dan yang kedua ialah ilmu yang aku tidak diperintahkan untuk menyebarluaskan kepada manusia yaitu Ilmu yang seperti “Hai’atil Maknun”. Maka apabila ilmu ini aku sebarluaskan niscaya engkau sekalian memotong leherku engkau menghalalkan darahku. HR. Thabrani. Hadist di atas sangat jelas jadi tidak perlu diuraikan lagi, dengan demikian barulah kita sadar kenapa banyak orang yang tidak senang dengan Ilmu Thariqat? Karena ilmu itu memang amat rahasia, sahabat nabi saja tidak diizinkan untuk disampaikan secara umum, karena ilmu itu harus diturunkan dan mendapat izin dari Nabi, dari nabi izin itu diteruskan kepada Khalifah nya terus kepada para Aulia Allah sampai saat sekarang ini. Jika ilmu Hai’atil Maknun itu disebarkan kepada orang yang belum berbait zikir atau “disucikan” sebagaimana telah firmankan dalam Al-Qur’an surat Al-Ala, orang-orang yang cuma Ahli Syariat semata-mata, maka sudah barang tentu akan timbul anggapan bahwa ilmu jenis kedua ini yakni Ilmu Thariqat, Hakikat dan Ma’rifat adalah Bid’ah dlolalah. Dan mereka ini mempunyai I’tikqat bahwa ilmu yang kedua tersebut jelas diingkari oleh syara’. Padahal tidak demikian, bahwa hakekat ilmu yang kedua itu tadi justru merupakan intisari daripada ilmu yang pertama artinya ilmu Thariqat itu intisari dari Ilmu Syari’at. Oleh karena itu jika anda ingin mengerti Thariqat, Hakekat dan Ma’rifat secara mendalam maka sebaiknya anda berbai’at saja terlebih dahulu dengan Guru Mursyid Khalifah yang ahli dan diberi izin dengan taslim dan tafwidh dan ridho. Jadi tidak cukup hanya melihat tulisan buku-buku lalu mengingkari bahkan mungkin mudah timbul prasangka jelek terhadap ahli thariqat. Dalam setiap peristiwa yang mewarnai kehidupan ini, seringkali kita tidak mampu atau tidak mau menangkap kehadiran Allah dengan segala sifat-sifatNya. Padahal sifat-sifat Allah sangat terkait erat dengan ayat-ayat kauniyahNya yang terhampar di atas muka bumiNya. Betapa Allah –melalui ayat-ayat kauniyahNya- memang ingin menunjukkan keMaha KuasaanNya dan keMaha BesaranNya agar hamba-hambaNya senantiasa mawas diri, waspada dan berhati-hati dalam bertindak dan berprilaku agar tidak mengundang turunnya sifat JalilahNya yang tidak akan mampu dibendung, apalagi dilawan oleh siapapun, dengan upaya dan sarana kekuatan apapun tanpa terkecuali, karena memang Allahlah satu-satunya pemilik kekuatan dan kekuasaan terhadap seluruh makhlukNya. Dikutip dari Tulisan Syekh Samman 29Maret, 2017. No. Inventaris : 649-PD/A.12. Buku Rahasia ajaran makrifat kejawen ini mengupas tentang rahasia diri manusia, dari tataran paling luar hingga paling dalam meliputi : jasmani (al-jism), jiwa (an-nafs), ruh (ar-ruuh), Nur Muhammad, kemudian ngelmu sangkan paran. Menurut keyakinan masyarakat Jawa, ngelmu sangkan paran adalah ilmuLes Sept enseignements sacrés de la Femme Bison Blanc, aussi appelés les enseignements des grands-pères, sont des règles de vie connues, respectées et suivies par de nombreux peuples autochtones. Dans le but de contribuer à la diffusion de ces enseignements universels, les auteurs se sont largement inspirés de la mythologie ojibwée, chippewa, anishinaabe. De ces croyances, ils ont tiré le cercle d’influences, les couleurs, la direction du chemin de vie qui débute à l’est et suit l’orientation du soleil, les éléments de la faune et de la flore liés à chacun de ces enseignements. Dans un esprit d’humilité et d’honnêteté, les créateurs de cet album ont cherché avant tout à témoigner leur respect à l’égard de la culture et des traditions de tous les peuples. Tiré de l’avant-propos du livre. À propos du livre Auteure Joseph Martin David Bouchard Illustrateur/Illustratrice Kristy Cameron Provenance Canadienne Provenance Canadienne Maison d'édition Les Éditions des Plaines Parution 2009 ISBN 978-2-89611-047-6 Nombre de pages Œuvre non paginée Mots-clés valeur traditionnelle enseignement sacré récit culture peuple métis Liens transdisciplinaires Éducation physique et santé Histoire et géographie Études sociales Contenu Langue Référents culturels Pistes d'exploitation Conseils d'utilisation Ressources additionnelles Contenu Œuvre mettant en lumière un personnage principal, la Femme Bison Blanc, narratrice qui enseigne à ses enfants les sept valeurs essentielles pour vivre en paix et en harmonie avec les autres, soit l’humilité, l’honnêteté, le respect, le courage, la sagesse, la vérité et l’amour; plusieurs personnages secondaires représentant les créatures animales qui incarnent ces enseignements, soit le loup, le corbeau, le bison, l’ours, le castor, la tortue et l’aigle. Il y a des lunes, j’ai entendu mes enfants pleurer. Quatre jours plus tard, j’ai pris la forme de la Femme Bison Blanc. Quatre jours plus tard, je suis allée les voir. Et durant les quatre jours suivants, je leur ai enseigné les chants, les danses et les sept cérémonies sacrées. […] Aujourd’hui, je reviens sous la forme de la Femme Bison Blanc. Aujourd’hui, je reviens te révéler les Sept enseignements sacrés. » Inspire-toi du loup Ma’iingan pour reconnaître l’humilité. Vois comment Ma’iingan vit en fonction de toute la meute. Observe-le, il plie l’échine en présence des autres membres de la meute en signe de déférence et non de peur. Ma’iingan reconnaît qu’il n’est que l’infime partie d’un tout. Être rejeté de la meute représente pour lui la pire des punitions. » Inspire-toi de l’ours Makwa, pour son courage. […] En Makwa, le courage sommeille durant les longs mois d’hiver. En toi aussi, le courage est latent et ne demande qu’à être sollicité. Observe Makwa quand elle se porte à la défense de ses petits. Rien ne l’arrêtera pour assurer leur protection. Sur ton chemin, tu auras besoin de courage pour surmonter les peurs qui t’empêcheraient de mener une vie harmonieuse. Makwa t’enseigne à affronter la peur et les dangers. » Récit inspirant qui incite le lectorat visé à une réflexion sur la culture des peuples autochtones et sur le sens des valeurs traditionnelles; œuvre pouvant intéresser le lectorat visé de par les thèmes exploités p. ex., peuples autochtones, règles de vie, croyances, traditions, éléments de la faune et la flore; possibilité de faire des liens avec le vécu des élèves en identifiant des situations en milieu scolaire et familial où les enseignements sacrés peuvent être mis en application. Nous, les lecteurs et les auteurs, sommes les prophètes que nous attendions tous. Il nous incombe d’œuvrer à la revitalisation de notre culture et de nos valeurs. Nous souhaitons aussi que ces réflexions aident les lecteurs à trouver en eux un plus grand courage et une plus grande sagesse, si précieux pour reconnaître et atteindre la vérité sur le chemin de la vie. » Texte aéré et mise en page dégagée; texte bilingue français/ojibwé, clairement séparé en milieu de page par un trait; jaquette de la couverture donnant un aperçu du récit ainsi qu’une brève biographie des auteurs, de l’illustratrice et de l’artiste musicien; chapitres divisés selon les sept enseignements sacrés; œuvre non paginée; nombreuses illustrations captivantes qui utilisent les formes traditionnelles de l’art autochtone et qui soutiennent la compréhension du texte; DVD multilingue accompagnant l’œuvre; présence d’éléments graphiques qui facilitent l’interprétation de l’œuvre p. ex., caractères italiques, majuscules, guillemets, tirets. "Selon la prophétie, quand règneront sic le chaos et l’absence d’harmonie, Elle reviendra. Elle a promis de revenir sous la forme d’un bison blanc. Selon certains, Elle serait déjà parmi nous." PAROLES DU CHEF ARVOL-CHEVAL-QUI-OBSERVE, GARDIEN DE LA 19E GÉNÉRATION DU CALUMET SACRÉ DE LA FEMME BISON BLANC DE LA NATION LAKOTA » Langue Registre de langue courant dans l’ensemble de l’œuvre; vocabulaire riche en lien avec le thème exploité p. ex., déférence, pondération, latent, oisiveté, visualisation. Ne gaspille rien et sers-toi de tout avec sagesse. Contente-toi de ce dont tu as besoin et donne toujours ce que tu as en trop. Traite les autres comme tu aimerais être traité… avec respect. Apprends le respect et apprends la pondération. Applique la loi du retour. Dans le grand cercle de la vie, ce que tu fais pour les autres te reviendra. Ce que tu donnes aux autres te sera toujours rendu. » "Chaque lutte, gagnée ou perdue, nous prépare à la suivante. L’insouciance et l’oisiveté nous affaiblissent et nous rendent inaptes au combat. Il faut à certains subir plusieurs défaites avant d’acquérir la force et le courage qui les mèneront à la victoire." » Texte contenant une variété de types et de formes de phrases p. ex., emploi fréquent du type impératif. Protège-toi et recentre-toi par le cèdre. Ensuite, recueille-toi sous le peuplier baumier. Dans l’une de ses branches, taille-toi une flûte et joue-moi un air en ré, car le ré est la note le plus en harmonie avec l’honnêteté. Cette mélodie me dira ta gratitude et tout ira alors pour le mieux. » Tu es unique, tu es spécial, tu as été créé ainsi. Il en va de même pour ton voisin, il en va de même pour les arbres et les fleurs. Il suffit de regarder autour de toi pour le constater. Ne pose pas de questions. Observe et écoute. Remarque ce qui se passe autour de toi. Observe ta vie et celle des autres. Sois attentif et écoute, et tu apprendras tout ce que tu as besoin de savoir. La connaissance s’acquiert, la sagesse se vit. Vis et apprends. » Emploi de figures de style p. ex., métaphores, énumérations qui viennent enrichir le texte et qui rendent la lecture imagée. Tu as vieilli, ta chevelure est blanche, tu arrives au crépuscule de ta vie. Tu as beaucoup appris. » Le foin odorant est la chevelure de notre mère la Terre. Tresse ses cheveux avant de les couper. Présente-lui une offrande de tabac. Ensuite, assieds-toi sous un sapin. » "Accueille la bonté, le calme, le silence et la douceur qui sont présents dans ton cœur, car c’est lorsque tu communies avec notre mère la Terre que tu peux entendre sa voix. Tu entendras les magnifiques chants d’amour qu’elle chante à tous ses enfants, les minéraux et les cristaux. […] Tu l’entendras aussi dans les soupirs du vent quand elle pleure pour ses créatures et ses enfants, elle pleure aussi pour toi." » Prédominance des séquences descriptives, qui contribuent à la compréhension de l’œuvre en permettant de saisir l’essence même des sept enseignements sacrés. La vérité est esprit. Prie tous les jours. Quand tu le peux, prie sous un arbre, au lever du soleil. Ne demande rien pour toi, sauf dans la stricte nécessité. Et sois toujours reconnaissant. Exprime ta reconnaissance par une offrande de tabac. En étant reconnaissant, tout ira mieux pour toi et pour ceux que tu aimes. » L’amour est l’aboutissement de tous mes enseignements. Tu ne connaîtras l’amour que si tu connais le courage. Tu ne pourras aimer que si tu es honnête. L’amour repose sur la sagesse de se connaître soi-même et sur l’humilité d’accepter ses faiblesses et d’être fier de ses forces. Au cœur de l’amour se trouvent tous mes autres enseignements, c’est pourquoi il est le dernier. » Référents culturels Illustrations faites par Kristy Cameron, artiste métisse de l’Ontario. Pistes d'exploitation Former sept équipes et assigner à chacune un des sept enseignements sacrés présentés dans l’œuvre l’humilité, l’honnêteté, le respect, le courage, la sagesse, la vérité et l’amour. Demander aux élèves de résumer, dans leurs propres mots, les éléments clés de cet enseignement. Les inviter à trouver une situation tirée de leur vécu où cet enseignement leur a été essentiel pour surmonter un défi ou régler un problème. Par la suite, proposer à chaque équipe de faire part de ses propos au groupe-classe et d’expliquer l’importance d’un tel enseignement pour mieux vivre en société. Proposer aux élèves de faire une recherche sur un des animaux servant de symboles pour les enseignements sacrés. Leur demander d’expliquer la raison qui aurait pu motiver les auteurs à choisir un animal particulier pour incarner chaque enseignement le loup pour l’humilité, le corbeau pour l’honnêteté, le bison pour le respect, l’ours pour le courage, le castor pour la sagesse, la tortue pour la vérité et l’aigle pour l’amour. Demander aux élèves d’utiliser le mode de présentation de leur choix p. ex., affiche, présentation médiatique, saynète, monologue pour faire part de leur recherche au groupe-classe. Si possibilité il y a, proposer aux élèves d’organiser une rencontre avec un membre d’une communauté autochtone, p. ex., un artiste ou un musicien, afin d’échanger au sujet des traditions, des croyances, des valeurs et du mode de vie de sa communauté. Au préalable, demander aux élèves de noter les questions et les points d’intérêt qu’ils aimeraient aborder à la rencontre. Conseils d'utilisation Inviter les élèves à lire d’autres œuvres de David Bouchard, dont les fiches descriptives sont disponibles dans FousDeLire, afin d’en apprendre davantage sur la culture autochtone. Faire la lecture du récit à l’aide du DVD inséré à la fin de l’œuvre afin d’apprécier l’harmonie entre le texte et l’accompagnement musical. Ressources additionnelles ressources éducatives en ligne, 5e à 10e année, Série Active-toi, Droits autochtones; Respect.