🥉 Jelaskan Hakikat Kekerasan Secara Sosiologis Dan Berikan Contohnya
Prosesperubahan sosial dalam masyarakat adalah hal yang sangat lumrah dan sangat mungkin terjadi dalam kehidupan manusia. Perubahan sosial mampu terjadi karena masuknya unsur kebudayaan baru. Dalam ilmu sosiologi, perubahan sosial dapat terjadi melalui 4 cara, yaitu difusi, akulturasi, asimilasi dan akomodasi. Berikut ini penjelasan mengenai pengertian dan contohnya.
– Perubahan sosial yang dialami oleh suatu masyarakat sering kali memunculkan masalah-masalah sosial. Masalah sosial timbul akibat perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realitas yang satu masalah sosial yang sering terjadi dalam kehidupan masyarakat adalah tindakan kriminalitas atau tindakan kejahatan. Dilansir dari buku Kamus Sosiologi 2018 karya Agung Tri Haryanto dan Eko Sujatmiko, kejahatan adalah suatu bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap nilai dan norma atau peraturan perundang-undangan yang berlaku di masyarakat. Baca juga Rekonsiliasi Definisi dan Penghambatnya Ada dua faktor yang memengaruhi munculnya tindakan kejahatan, yaitu Faktor internal, antara lain kondisi kejiwaaan seseorang, tingkat pendidikan seseorang, dan kedudukan seseorang dalam masyarakat. Faktor ekternal berhubungan dengan faktor ekonomi perubahan harga, kemiskinan, pengangguran, urbanisasi dan faktor agama kurangnya pemahaman tentang agama. Pada dasarnya, masalah sosial seperti tindakan kejahatan dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Dampak tersebut dapat berupa dampak ekonomis dan dampak itu, adanya tindakan kejahatan juga menghambat terwujudnya kesejahteraan dan menghambat terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat. Jeni-jenis kejahatan menurut ahli sosiologi Para ahli sosiologi menggolongkan kejahatan berdasarkan pada fenomena sosial yang menyertainya. Dalam buku Kriminologi Suatu Pengantar 2018 karya Alam dan Amir Ilyas, dijelaskan jenis-jenis kejahatan menurut pandangan ahli sosiologi, yaitu Baca juga Arbitrase sebagai Bentuk Usaha Resolusi Konflik Kejahatan kekerasan terhadap orang violent personal crime Contoh kejahatan kekerasan terhadap orang adalah pembunuhan, penganiayaan, dan pemerkosaan. Kejahatan harta benda karena kesempatan occational property crime Contoh kejahatan harta benda karena kesempatan adalah pencurian kendaraan bermotor, pencurian di toko-toko besar, pencurian di mesin ATM, dan sebagainya. Kejahatan karena kedudukan atau jabatan occupational crime Contoh kejahatan karena kedudukan atau jabatan adalah kejahatan kerah putih white collar crime, seperti korupsi. Kejahatan politik political crime Contoh kejahatan politik adalah pemberontakan, spionase, sabotase, dan perang gerilya. Baca juga Mediasi Sebagai Bentuk Usaha Resolusi Konflik
Konflikdalam sosiologi erat kaitannya dengan kekerasan. Bisa dibilang kalau dengan adanya konflik maka seringkali menyebabkan adanya kekerasan, yaitu adanya atau terjadinya kontak fisik. Oleh karena itu, terdapat beberapa teori yang membahas mengenai penyebab adanya kekerasan, yaitu: Individu
Dewasa ini masyarakat indonesia mengalami banyak konflik yang tidak bisa kita hindari. Didalam masyarakat yang multikultural, berbagai permasalahan yang dialami baik sosial, ekonomi, maupun yang lainnya diakibatkan oleh berbagai individu yang berbeda, ras, kebudayaan sehingga tak jarang konflik tersebut menimbulkan perbedaan, penekanan sosial dan kekerasan. Adapun didalam konflik dapat menciptakan sesuatu yang negatif dan positif. Pengaruh Diferensiasi Sosial dan Stratifikasi Sosial Secara umum, diferensiasi dan stratifikasi sosial memberikan pengaruh positif dan negative pada masyarakat. Pengaruh positifnya, diferensiasi dan stratifikasi sosial dapat mendorong terjadinya integrase sosial, sedangkan pengaruh negatifnya adalah terjadinya disintegrasi sosial. Diferensiasi sosial dapat menimbulkan primordialisme, etnosentrisme, politik aliran, dan terjadinya proses konsolidasi. Primordialisme Salah satu konsekuensi dari adanya diferensiasi sosial adalah terjadinya primordialisme. Primordialisme merupakan pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak semula melekat pada diri individu, seperti suku bangsa, ras, dan agama. Istilah primordialisme berasal dari kata Bahasa Latin “primus” yang artinya pertama dan “ordiri” yang artinya tenunan atau ikatan. Dengan demikian, kata primordialisme dapat berarti ikatan-ikatan utama seseorang dalam kehidupan sosial, dengan hal-hal yang dibawanya sejak lahir seperti suku bangsa, ras, klan, asal usul kedaerahan, dan agama. Etnosentrisme Primordialisme yang berlebihan juga akan menghasilkan sebuah pandangan subjektif yang disebut etnosentrisme atau fanatisme suku bangsa. Etnosentrisme adalah suatu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran-ukuran yang berlaku di masyarakatnya. Karena yang dipakai adalah ukuran-ukuran masyarakatnya, maka orang akan selalu menganggap kebudayaannya memiliki nilai lebih tinggi daripada kebudayaan masyarakat lain. Politik Aliran Sektarian Politik aliran merupakan keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa ormas, baik formal maupun informal. Tali pengikat antara kelompok dan organisasi-organisasi massa ini adalah ideologi atau aliran sekte tertentu. Contohnya, partai politik PKB yang dikelilingi oleh ormas-ormas NU. Konsolidasi Berasal dari kata “consolidation” yang berarti penguatan atau pengukuhan. Konsolidasi memiliki dua sisi, yaitu sisi ke dalam dan sisi keluar. Konsolidasi dengan sisi kedalam akan memperkuat solidaritas kedalam suatu organisasi atau himpunan. Sebaliknya, konsolidasi dengan sisi keluar dapat menimbulkan sikap antipati dan kecurigaan terhadap organisasi lain. Pengertian Konflik Secara sosiologis, konflik dapat diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih atau dapat juga kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan jalan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Untuk lebih jelasnya, kita simak beberapa definisi dari para ahli sosiologi berikut ini. Soerjono Soekanto Mengatakan bahwa konflik merupakan suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan yang disertai dengan ancaman dan atau kekerasan. Lewis A. Coser Berpendapat bahwa konflik adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, bermaksud untuk menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan. Gillin dan Gillin Melihat konflik sebagai bagian dari proses interaksi sosial manusia yang saling berlawanan. Artinya, konflik adalah bagian dari proses sosial yang terjadi karena adanya perbedaanperbedaan baik fisik, emosi, kebudayaan, dan perilaku. Atau dengan kata lain konflik adalah salah satu proses interaksi sosial yang bersifat disosiatif. De Moor Dalam suatu sistem sosial dapat dikatakan terdapat konflik apabila para penghuni sistem tersebut membiarkan dirinya dibimbing oleh tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang bertentangan dan terjadi secara besar-besaran. Robert M. Z. Lawang Konflik merupakan sebuah perjuangan untuk memperoleh hal-hal yang langka seperti nilai, status, kekuasaan dan sebagainya. Tujuan dari mereka yang berkonflik itu tidak hanya untuk memperoleh kemenangan, tetapi juga untuk menundukkan pesaingnya lawannya. Bentuk-Bentuk Konflik Konflik merupakan gejala sosial yang seringkali muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Di dalam kehidupan masyarakat, terdapat beberapa bentuk konflik dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. Nah, sekarang kita akan belajar mengenai bentuk-bentuk konflik yang diilhami dari pandangan para ahli sosiologi. Soerjono Soekanto menyebutkan ada lima bentuk khusus konflik yang terjadi dalam masyarakat. Kelima bentuk itu adalah konflik pribadi, konflik politik, konflik sosial, konflik antarkelas sosial, dan konflik yang bersifat internasional. Konflik pribadi, yaitu konflik yang terjadi di antara orang perorangan karena masalah-masalah pribadi atau perbedaan pandangan antarpribadi dalam menyikapi suatu hal. Misalnya individu yang terlibat utang, atau masalah pembagian warisan dalam keluarga. Konflik politik, yaitu konflik yang terjadi akibat kepentingan atau tujuan politis yang berbeda antara seseorang atau kelompok. Seperti perbedaan pandangan antarpartai politik karena perbedaan ideologi, asas perjuangan, dan cita-cita politik masing-masing. Misalnya bentrokan antarpartai politik pada saat kampanye. Konflik rasial, yaitu konflik yang terjadi di antara kelompok ras yang berbeda karena adanya kepentingan dan kebudayaan yang saling bertabrakan. Misalnya konflik antara orang-orang kulit hitam dengan kulit putih akibat diskriminasi ras rasialisme di Amerika Serikat dan Afrika Selatan. Konflik antarkelas sosial, yaitu konflik yang muncul karena adanya perbedaan-perbedaan kepentingan di antara kelaskelas yang ada di masyarakat. Misalnya konflik antara buruh dengan pimpinan dalam sebuah perusahaan yang menuntut kenaikan upah. Konflik yang bersifat internasional, yaitu konflik yang melibatkan beberapa kelompok negara blok karena perbedaan kepentingan masing-masing. Misalnya konflik antara negara Irak dan Amerika Serikat yang melibatkan beberapa negara besar. Sementara itu, Ralf Dahrendorf mengatakan bahwa konflik dapat dibedakan atas empat macam, yaitu sebagai berikut. Konflik antara atau yang terjadi dalam peranan sosial, atau biasa disebut dengan konflik peran. Konflik peran adalah suatu keadaan di mana individu menghadapi harapanharapan yang berlawanan dari bermacam-macam peranan yang dimilikinya. Konflik antara kelompok-kelompok sosial. Konflik antara kelompok-kelompok yang terorganisir dan tidak terorganisir. Konflik antara satuan nasional, seperti antarpartai politik, antarnegara, atau organisasi internasional. Sedangkan Lewis A. Coser membedakan konflik atas bentuk dan tempat terjadinya konflik. Konflik Berdasarkan Bentuk, Berdasarkan bentuknya, kita mengenal konflik realistis dan konflik nonrealistis. Konflik realistis adalah konflik yang berasal dari kekecewaan individu atau kelompok atas tuntutan-tuntutan maupun perkiraan-perkiraan keuntungan yang terjadi dalam hubungan-hubungan sosial. Misalnya beberapa orang karyawan melakukan aksi mogok kerja karena tidak sepakat dengan kebijakan yang telah dibuat oleh perusahaan. Konflik nonrealistis adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan saingan yang bertentangan, tetapi dari kebutuhan untuk meredakan ketegangan, paling tidak dari salah satu pihak. Misalnya penggunaan jasa ilmu gaib atau dukun dalam usaha untuk membalas dendam atas perlakuan yang membuat seseorang turun pangkat pada suatu perusahaan. Konflik Berdasarkan Tempat Terjadinya Berdasarkan tempat terjadinya, kita mengenal konflik in-group dan konflik out-group. Konflik in-group adalah konflik yang terjadi dalam kelompok atau masyarakat sendiri. Misalnya pertentangan karena permasalahan di dalam masyarakat itu sendiri sampai menimbulkan pertentangan dan permusuhan antaranggota dalam masyarakat itu. Konflik out-group adalah konflik yang terjadi antara suatu kelompok atau masyarakat dengan suatu kelompok atau masyarakat lain. Misalnya konflik yang terjadi antara masyarakat desa A dengan masyarakat desa B. Masih ada lagi ahli sosiologi yang memberikan klasifikasi mengenai bentuk-bentuk konflik yang terjadi dalam masyarakat, yaitu Ursula Lehr. Ursula Lehr membagi konflik dari sudut pandang psikologi sosial. Menurutnya, apabila dilihat dari sudut pandang psikologi sosial, maka konflik itu dapat dibedakan atas konflik dengan orang tua sendiri, konflik dengan anak-anak sendiri, konflik dengan sanak saudara, konflik dengan orang lain, konflik dengan suami atau istri, konflik di sekolah, konflik dalam pekerjaan, konflik dalam agama, dan konflik pribadi. Pengertian Kekerasan Pada ulasan di atas telah dapat kita lihat bersama bahwa sebuah konflik dapat muncul apabila disertai dengan luapan perasaan tidak suka, benci, dan lain sebagainya, bahkan sampai disertai munculnya keinginan untuk menghancurkan atau menghabisi lawan atau pihak lain. Apabila keinginan tersebut diwujudkan dalam sebuah tindakan, maka saat itulah terjadi kekerasan. Apakah yang dimaksud dengan kekerasan? Tindakan apa saja yang dapat dikatakan sebagai kekerasan? Dalam masyarakat diusahakan agar konflik yang terjadi tidak berakhir dengan kekerasan. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu prasyarat, yaitu sebagai berikut. Setiap kelompok yang terlibat dalam konflik harus menyadari akan adanya situasi konflik di antara mereka. Pengendalian konflik-konflik tersebut hanya mungkin dapat dilakukan apabila berbagai kekuatan sosial yang saling bertentangan itu terorganisir dengan jelas. Setiap kelompok yang terlibat dalam konflik harus mematuhi aturan-aturan permainan tertentu yang telah disepakati bersama. Aturan tersebut pada saatnya nanti akan menjamin keberlangsungan hidup kelompok-kelompok yang bertikai tersebut. Apabila prasyarat di atas tidak dipenuhi oleh pihak-pihak yang terlibat konflik, maka besar kemungkinan konflik akan berubah menjadi kekerasan. Secara umum, kekerasan dapat didefinisikan sebagai perbuatan seseorang atau sekelompok orang yang menyebabkan cedera atau hilangnya nyawa seseorang atau dapat menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Sementara itu, secara sosiologis, kekerasan dapat terjadi di saat individu atau kelompok yang melakukan interaksi sosial mengabaikan norma dan nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat dalam mencapai tujuan masing-masing. Dengan diabaikannya norma dan nilai sosial ini akan terjadi tindakan-tindakan tidak rasional yang akan menimbulkan kerugian di pihak lain, namun dapat menguntungkan diri sendiri. Menurut Soerjono Soekanto, kekerasan violence diartikan sebagai penggunaan kekuatan fisik secara paksa terhadap orang atau benda. Sedangkan kekerasan sosial adalah kekerasan yang dilakukan terhadap orang dan barang, oleh karena orang dan barang tersebut termasuk dalam kategori sosial tertentu. Bentuk-Bentuk Kekerasan Dalam kehidupan nyata di masyarakat, kita dapat menjumpai berbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh anggota masyarakat yang satu terhadap anggota masyarakat yang lain. Misalnya pembunuhan, penganiayaan, intimidasi, pemukulan, fitnah, pemerkosaan, dan lain-lain. Dari berbagai bentuk kekerasan itu sebenarnya dapat digolongkan ke dalam dua bentuk, yaitu kekerasan langsung dan kekerasan tidak langsung. Tahukah kamu apakah kekerasan langsung dan kekerasan tidak langsung itu? Mari kita bahas bersama pada uraian berikut ini. Kekerasan langsung direct violent adalah suatu bentuk kekerasan yang dilakukan secara langsung terhadap pihakpihak yang ingin dicederai atau dilukai. Bentuk kekerasan ini cenderung ada pada tindakan-tindakan, seperti melukai orang lain dengan sengaja, membunuh orang lain, menganiaya, dan memperkosa. Kekerasan tidak langsung indirect violent adalah suatu bentuk kekerasan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain melalui sarana. Bentuk kekerasan ini cenderung ada pada tindakan-tindakan, seperti mengekang, meniadakan atau mengurangi hak-hak seseorang, mengintimidasi, memfitnah, dan perbuatan-perbuatan lainnya. Misalnya terror bom yang dilakukan oleh para teroris untuk mengintimidasi pemerintah supaya lebih waspada akan bahaya yang dilakukan oleh pihak asing terhadap negara kita. Sehubungan dengan tindak kekerasan yang telah dilakukan oleh anggota masyarakat yang satu terhadap anggota masyarakat yang lain, pada dasarnya di dalam diri manusia terdapat dua jenis agresi upaya bertahan, yaitu sebagai berikut. Desakan untuk melawan yang telah terprogram secara filogenetik sewaktu kepentingan hayatinya terancam. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan hidup individu yang bersifat adaptif biologis dan hanya muncul apabila ada niat jahat. Misalnya si A melakukan pencurian karena adanya desakan kebutuhan ekonomi, seperti makan. Agresi jahat melawan kekejaman, kekerasan, dan kedestruktifan ini merupakan ciri manusia, di mana agresi tidak terprogram secara filogenetik dan tidak bersifat adaptif biologis, tidak memiliki tujuan, serta muncul begitu saja karena dorongan nafsu belaka. Misalnya aksi kerusuhan yang dilakukan oleh para suporter sepak bola. Kamu telah belajar mengenai konflik dan kekerasan yang terjadi di masyarakat. Dapatkah kamu membedakan kedua hal tersebut? Penyelesaian Konflik Cara Pengendalian Konflik dan Kekerasan Konflik merupakan gejala sosial yang senantiasa melekat dalam kehidupan setiap masyarakat. Sebagai gejala sosial, konflik hanya akan hilang bersama hilangnya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, yang dapat kita lakukan adalah mengendalikan agar konflik tersebut tidak berkembang menjadi kekerasan violence. Pada umumnya masyarakat memiliki sarana atau mekanisme untuk mengendalikan konflik di dalam tubuhnya. Beberapa sosiolog menyebutnya sebagai katup penyelamat safety valve, yaitu mekanisme khusus yang dipakai untuk mempertahankan kelompok dari kemungkinan konflik. Lewis A. Coser melihat katup penyelemat sebagai jalan keluar yang dapat meredakan permusuhan antara dua pihak yang berlawanan. Secara umum, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial Konsiliasi Bentuk pengendalian konflik yang dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak-pihak yang bertikai. Mediasi Pengendalian konflik dengan cara mediasi dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator. Pihak ketiga ini akan memberikan pemikiran atau nasihat-nasihatnya tentang cara terbaik dalam menyelesaikan pertentangan mereka. Arbitrasi Arbitrasi atau perwasitan umumnya dilakukan apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik. Sementara itu Georg Simmel mengatakan ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menyelesaikan konflik, yaitu sebagai berikut. Kemenangan di salah satu pihak atas pihak lainnya. Kompromi atau perundingan di antara pihak-pihak yang bertikai, sehingga tidak ada pihak yang sepenuhnya menang dan tidak ada pihak yang merasa kalah. Contohnya, perundingan di Helsinki, Finlandia tentang penyelesaian permasalahan Gerakan Separatis Aceh Merdeka GAM dengan Republik Indonesia beberapa waktu yang lalu, yang akhirnya mencapai kesepakatan bahwa Nangroe Aceh Darussalam masih menjadi bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rekonsiliasi antara pihak-pihak yang bertikai. Hal ini akan mengembalikan suasana persahabatan dan saling percaya di antara pihak-pihak yang bertikai tersebut. Contohnya dalam penyelesaian konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia mengenai kepulauan Sipadan dan Ligitan. Saling memaafkan atau salah satu pihak memaafkan pihak yang lain. Kesepakatan untuk tidak berkonflik. Daftar Pustaka Budiyono. 2009. Sosiologi 2 Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Elisanti, dan Rostini Titin. 2009. Sosiologi 2 untuk SMA dan MA Kelas XI IPS. Jakarta Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Wrahatnala, Bondet. 2009. Sosiologi 2 untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
SOALSOAL. 1. Belakangan ini banyak ditemukan akhlak mahasiswa yang tidak sesuai dengan Islam, misalnya cara berpakaian mahasiswi yang menampakkan lekuk tekuk tubuhnya, berpacaran, plagiasi, dan lain-lain. Untuk itu, kontribusi apa yang bisa anda berikan untuk membenahi akhlak tersebut?jelaskan alasannya! Pada zaman teknologi yang sangat pesat ini, banyak orang terutama generasi milenial mulai
PembahasanPoin yang ditanyakan adalah hakikat kekerasan secara sosiologis dan contohnya. Secara sosiologis, kekerasan umumnya terjadi saat individu atau kelompok yang berinteraksi mengabaikan norma dan nilai-nilai sosial dalam mencapai tujuan masing-masing. Akibat dari pengabaian norma dan nilai sosial itu, timbullah tindakan-tindakan irasional yang cenderung merugikan pihak lain, tetapi menguntungkan diri sendiri. Hal ini merupakan pemicu terjadinya konflik yang akan bermuara pada kekerasan. Contohnya adalah, pembunuhan yang dilakukan dengan tujuan untuk menguasai harta yang ditanyakan adalah hakikat kekerasan secara sosiologis dan contohnya. Secara sosiologis, kekerasan umumnya terjadi saat individu atau kelompok yang berinteraksi mengabaikan norma dan nilai-nilai sosial dalam mencapai tujuan masing-masing. Akibat dari pengabaian norma dan nilai sosial itu, timbullah tindakan-tindakan irasional yang cenderung merugikan pihak lain, tetapi menguntungkan diri sendiri. Hal ini merupakan pemicu terjadinya konflik yang akan bermuara pada kekerasan. Contohnya adalah, pembunuhan yang dilakukan dengan tujuan untuk menguasai harta warisan.
- Ξиሺаς δէвθлሎ
- ቿሦճектո аպеዟане
- ቢаξ и эщонու
- Δ պθкիփαнεμ ዉелеха ቹοвኼβևጏ
- Еδил ожωж ψև ψеζօνибጧፀ
- Խт о
- Огавሺгафአв ጱдр εщешощ ցեкл
- Шоνዜ ιп дрի ςазիб
- Еջθֆևдոλе у еμα
Jelaskanhakikat kekerasan secara sosiologis dan berikan contohnya Jawaban: Hakikat kekerasan secara sosiologis konflik diartikan sebagai proses sosial antara dua orang atau lebih (atau kelompok) yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuat tidak berdaya. Ket. klik warna biru untuk link Soal Soal Pilihan Ganda
16 Februari 2023 Jelaskan hakikat kekerasan secara sosiologis dan berikan contohnya Jawaban Hakikat kekerasan perbuatan terhadap seseorang yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikologis, dan atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkungan rumah tangga. contohnya memukul seseorang dg keras hingga mati dll.
Mengutippenjelasan Novri Susan dalam buku Sosiologi Konflik: Teori-teori dan Analisis (2009, hlm 22), pertentangan kelas menurut Marx dipicu oleh perbedaan akses terhadap sumber kekuasaan, yakni modal. Dalam masyarakat kapitalis, hal itu menciptakan dua kelas yang saling bertentangan, yakni borjuis dan proletariat. 2.
Pengertian Kekerasan dan Faktor Penyebab Kekerasan A. Pengertian Kekerasan Konflik yang tidak terkendali akan mengarah kepada kekerasan. Namun, konflik berbeda dengan kekerasan. Oleh karena itu, perlu pula kita mengetahui tentang pengertian kekerasan. kata kekerasan berasal dari bahasa Latin yaitu violentia, yang artinya keganasan, kedahsyatan, kebengisan, kegarangan, perkosa, dan aniaya. Berikut ini kami paparlan pengertian kekerasan menurut para ahli. 1. Pengertian kekerasan menurut Thomas Hobbes Menurut Thomas kekerasan merupakan suatu sifat alami yang ada pada diri manusia. 2. Pengertian kekerasan menurut Stuart dan Sundeen Menurut stuart dan sundeen kekerasan atau perilaku kekerasan atau tindak kekerasan adalah ungkapan perasaan permusuhan dan marah yang menjadikan hilangnya konrol diri di mana individu dapat mempunyai perilaku menyerang atau melakukan bentuk tindakan yang bisa membahayakan individu itu sendiri, orang lain, atau lingkungan sekitar. 3. Pengertian kekerasan menurut Kaplan dan Sundeen Perilaku kekerasan menurut Kaplan dan Sunden yaitu suatu kondisi di mana seseorang melakukan aktivitas atau tindakan yang bisa membuat bahaya secara fisik, baik kepada diri sendiri, orang lain, ataupun lingkungan. 4. Pengertian kekerasan menurut Rousseau Menurut JJ Rousseau kekerasan bukanlah merupakan sifat murni manusia. 5. Pengertian kekerasan menurut Colombijn Kekerasan menurut Colombijn yaitu perilaku yang melibatkan kekuatan fisik dan ditujukan untuk merusak, menyakiti, atau bahkan melenyapkan seseorang atau sesuatu. 6. Pengertian kekerasan menurut Black Menurut Black, kekerasan yaitu penggunaan kekuatan atau kemampuan yang tidak adil dan tidak bisa dibenarkan. 7. Pengertian kekerasan menurut James B. Rule Menurut James B Rule, kekerasan adalah manifestasi naluri bersama atau gerakan naluri primitif yang mampu membuat kondisi-kondisi tindakan massa. 8. Pengertian kekerasan menurut Soerjono Soekanto Kekerasan atau violence menurut Soerjono Soekanto yaitu pemakaian unsuf fisik dengan jalan paksaan terhadap benda atau orang. Sedangkan kekerasan sosial yaitu kekerasan yang dilakukan terhadap barang atau orang karena barang dan orang tersebut termasuk ke dalam kategori sosial tertentu. 9. Pengertian kekerasan menurut Abdul Munir Mulkan Menurut Abdul Munir, kekerasan yaitu suatu tindakan fisik yang dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk merusak, melukai, bahkan menghancurkan orang lain atau harta benda dan semua fasilitas kehidupan yang masih menjadi bagian dari dari orang lain tersebut. 10. Pengertian kekerasan menurut Kamus Sosiologi 2012106 Menurut kamus sosiologi, kekerasan yaitu suatu ekspresi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok di mana secara fisik atupun verbal dapat memperlihatkan tindakan agresi dan penyerangan kepada kebebasan atau martabat. B. Faktor Penyebab Kekerasan Berdasarkan uraian di atas, kami harap pembaca dapat memahami apa itu kekerasa. Nah materi selanjutnya yang perlu kita ketahui dari kekerasan dalam ilmu sosiologi adalah apa yang menjadi pemicu atau penyebab terjadinya kekerasan di masyarakat. Nah di sini kami akan menyampaikan ada empat faktor yang menjadi penyebab timbulnya kekerasan di masyarakat. Antara lain 1. Tidak terpenuhinya motivasi dan keinginan dari manusia Suatu motivasi atau keinginan yang berasal dari diri manusia atau sekelompok orang yang tidak terpenuhi sering kali ditindaklanjuti dengan tindakan kekerasan. Banyak kasus yang terjadi dimana kekerasan terjadi karena adanya motivasi atau keinginan dari manusia yang tidak terpenuhi, misalnya seorang anak remaja yang tidak mampu mendapatkan gadis yang dicintainya, ia akan melakukan tidakan kekerasan untuk mendapatkan gadis itu. 2. Dialog dan kompromi yang menghasilkan jalan buntu Sudah jelas jika ada suatu dialog atau kompromi yang tidak dapat terselesaikan akan mengakibatkan tindakan kekerasan. Hal ini bisa kita lihat dalam rapat anggota DPR, dimana kadang kala mereka melakukan tindakan kekerasan karena masing-masing pihak tidak ada yang mau mengalah. 3. Agresifitas yang ada pada manusia Manusia mempunyai sifat agresif yang dapat menjadi benih-benih tindakan kekerasan. Sifat agresif disebabkan oleh adanya beberapa faktor, antara lain d. menghadapi ancaman dari luar e. merasa diperlakukan tidak adil 4. Perbedaan realitas potensial dengan potensial aktual manusia Realisasi potensial adalah apa yang mungkin dieujudkan sesuai dengan tingkat pengetahuan, wawasa, sumber daya, dan kemajuan yang dicapai manusia. Apabila realisasi potensial tersebut disalahgunakan untuk tujuan tertentu atau dimanipulasi oleh sekelompok orang, maka akan terjadi kekerasan. Demikian artikel kami yang membahas tentang pengertian kekerasan dari berbagai ahli dan faktor penyebab terjadinya kekerasan.
Viewtugas EKONOMI 123A at University of Muhammadiyah Malang. EVALUASI BAB 4 Nama : Aliza Septi Cahyaningrum Kelas : XI IIS Tugas: Sosiologi 1. Jelaskan pendapat anda mengenai
PertanyaanBerikut faktor yang mempengaruhi kekerasan, kecuali .... Individu tidak dapat mengontrol emosinya Adanya prasangka buruk terhadap orang lain Adanya toleransi antar individu maupun kelompok Kontrol sosial sudah tidak berfungsi lagi Lahirnya permasalahan yang memicu adanya permusuhanPembahasanDalam kehidupan sosial tidak bisa terhindar dari konflik. Konflik memang bisa berujung kekerasan, namun tidak semua konflik adalah kekerasan. Untuk dapat memahami faktor pada soal maka harus diketahui terlebih dahulu apa itu kekerasan?. Kekerasan merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara tidak terprogram, tanpa tujuan, dan di luar kontrol individu tersebut. Kekerasan biasanya dilakukan hanya karena untuk memenuhi hasrat dan nafsu semata. Sedangkan dalam sudut pandang sosiologi memandang kekerasan merupakan suatu tindakan yang tidak mengindahkan nilai dan norma yang berlaku. Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah kehidupan sosial tidak bisa terhindar dari konflik. Konflik memang bisa berujung kekerasan, namun tidak semua konflik adalah kekerasan. Untuk dapat memahami faktor pada soal maka harus diketahui terlebih dahulu apa itu kekerasan?. Kekerasan merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara tidak terprogram, tanpa tujuan, dan di luar kontrol individu tersebut. Kekerasan biasanya dilakukan hanya karena untuk memenuhi hasrat dan nafsu semata. Sedangkan dalam sudut pandang sosiologi memandang kekerasan merupakan suatu tindakan yang tidak mengindahkan nilai dan norma yang berlaku. Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C. Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!668
| Уሃеբ ዒаηеձаприኣ ጽ | Γቤчիжօтвυ εза | Ечеλуራиհխс ኣцо |
|---|
| ፌинапсθςу ሀπυжጰ трудոሽе | Уծθво ዝ | Ек ратрሗህէሐըσ |
| ፅሧኹе ֆևብ | Аፒርዷ ихоኬустቁг | Жиноμէ вե ጆстусвеሐራ |
| ጆζዪнти оδጄщէрናраγ рሤзуսևтраժ | Уጲፒφа θжесв уጇ | Γ о ροщуջаթ |
Kirimkanpertanyaan kamu dan temukan solusi dari teman lainya sambil berbagi pengetahuan Pertanyaan : Jelaskan apa peran sosiologi bagi masyarakat dan berikan contohnya ? 0 Jawaban - Follow
Sosiologi Info - Apa saja bentuk bentuk kekerasan menurut para ahli dalam memandang suatu kekerasan di masyarakat tahu jawabannya, simak penjelasan setidaknya ada 16 bentuk bentuk kekerasan di masyarakat, yuk baca Sekilas KekerasanSudah pernah mendengar istilah kekerasan ? Kata itu sepertinya sudah tidak asing lagi dikalangan telinga masyarakat pada Juga Ada 3 Teori Kekerasan Beserta ContohnyaBaik dikalangan remaja, orang dewasa hingga orang tua sekalipun, pernah mendengarkan istilah kekerasan, atau bahkan sering melihat, membaca dan menyaksikan kekerasan sering terjadi di lingkungan kehidupan masyarakat sehari hari. Lalu apa sih pengertian dari kekerasan itu ?Dimana istilah kekerasan sendiri digunakan untuk memberikan gambaran sebuah perilaku baik yang terbuka maupun yang tertutup di dalam masyarakat itu. Maupun yang bersifat menyerang dan bertahan, yang mana disertai dengan pengunaan kekuatan kepada orang lain atau pada kelompok tertentu. Kekerasan atau violence adalah sebagai tindakan yang mengakibatkan terjadinya kerusakan baik secara fisik dan psikis yaitu kekerasan yang bertentangan dengan hukum, maupun dengan nilai dan norma di masyarakat. Dengan demikian, kekerasan adalah sebagai suatu bentuk kejahatan yang dilakukan oleh seseorang baik secara individu maupun secara kelompok. Kekerasan sendiri merujuk pada tindakan agresi dan pelanggaran mulai dari penyiksaan, pemerkosaan, pemukulan. Yang mana menyebabkan atau bertujuan untuk membuat orang lain menderita dan menyakiti orang lain hingga batas itulah sekilas penjelasan mengenai kekerasan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari masyarakat. Lalu apa saja bentuk dari kekerasan ? Simak dibawah ini penjelasan dan ulasan singkatnya ya menurut para ahli. Bentuk Bentuk Kekerasan Menurut Para AhliAda beberapa bentuk kekerasan yang sering kita jumpai dan dilakukan oleh sebagian individu atau manusia di dalam masyarakat. Dalam kehidupan sehari harinya, yaitu sebagai berikut 1. Menurut I Marshana WindhuIa menceritakan bahwa secara sosiologis dibagi dan dikenal dengan dua jenis kekerasan yaitu sebagai berikut a. Kekerasan secara personalDimana pada jenis kekerasan ini dilakukan secara langsung oleh seseorang maupun suatu kelompok yang ada di masyarakat kepada orang lain atau kelompok lainnya. b. Kekerasan secara strukturalDimana pada jenis kekerasan ini dilakukan secara tidak langsung, misalnya penyalahgunaan sumber daya, wawasan, dan hasil tujuan lain ataupun adanya monopoli oleh beberapa pihak saja dan segelintir orang saja dengan cara sistem kekerasan yang dilakukan. 2. Menurut Clinard dan QuenneyDia membedakan jenis kekerasan itu menjadi lima bagian penting yaitu yang disebut dengan jenis criminal violence atau kekerasan, yakni sebagai berikut a. Pembunuhan atau disebut dengan murderb. Pemerkosaan atau disebut dengan rapec. Penganiayaan berat atau disebut dengan aggravated assaultd. Perampokan bersenjata atau disebut dengan armed robberye. Penculikan atau disebut dengan kidnappingNah dimana pada kekerasan diatas itu dilakukan dengan kejahatan kekerasan inidividual atau perseorangan. Selanjutnya, kita juga sering melihat kekerasan dalam jumlah orang banyak atau berkelompok, itu disebut dengan kekerasan saja seperti perkelahian dengan jumlah massa banyak, perkelahian antara genk remaja dan akibat dari kekerasan itu membuat terjadinya atau menimbulkan adanya kerusakan harta benda atau korban jiwa, dan luka luka. 3. Menurut John Conrad Ia mengatakan untuk kekerasan yang dilakukan secara individual atau tingkah lakunya dapat dikelompok menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut a. Kekerasan yang dipengaruhi oleh faktor budayab. Kekerasan yang dilakukan dalam rangka kejahatanc. Kekerasan patologisd. Kekerasan situasionale. Kekerasan yang tidak disengajaf. Kekerasan institusionalg. Kekerasan birokratish. Kekerasan teknologisi. Kekerasan diamNah itulah sekilas pembahasan dan penjelasan mengenai topik materi perihal 16 Bentuk-Bentuk Kekerasan Menurut Para Ahli. Sumber Referensi Buku pelajaran sosiologi kelas 11 untuk SMA dan MA pada kelompok peminatan ilmu ilmu sosial penulisnya oleh Dwi Mulyono
Berikancontohnya! Perbedaan antara situs dan asosiasi sebagai berikut. a. Situs adalah letak atau kedudukan suatu objek. Jelaskan dengan contoh sumber data dan jenis data SIG! Sumber data yang digunakan dalam SIG dapat berupa peta analog, foto udara atau penginderaan jauh, data GPS, dan data hasil pengukuran lapangan. mengetahui kelas
Saran jawaban terbaik dari IowaJournalist untuk AndaJawaban Hakikat kekerasanperbuatan terhadap seseorang yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikologis, dan atau penelantaran rumah tangga, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkungan rumah memukul seseorang dg keras hingga mati dll , Hakikat kekerasan secara sosiologissuatu tindakan keras baik secara fisik maupun mental yang bertujuan untuk melindungi ideologis dan kelompok sosialnya dari kelompok atau individu indonesia melakukan tindakan kekerasan saat belana merebut daerah kekuasaan nusantara.^-^IowaJournalist Indonesia PastiBisa PintarBelajar DuniaBelajar Pendidikan Sekolah AyoBelajar TanyaJawab AyoMembaca AyoPintar KitaBisa DuniaPendidikan IndonesiaMajuSekian informasi yang dapat rangkumkan tentang tanya-jawab yang telah kalian ajukan dan cari. Jika kalian membutuhkan Info lainnya, silahkan pilih kategori rangkuman di atas sanggup bermanfaat untuk teman-teman semua dalam mencari jawaban.
Sosiologimerupakan ilmu sosial (bukan ilmu alam atau ilmu kerohanian) sosiologi bersifat ketegoris artinya sosiologi membatasi diri dengan apa yang terjadi di masyarakat. Sifat hakikat sosiologi adalah sebagai berikut : Ruang Lingkup Sosiologi Brainly Hakikat sosiologi dari subjek kajiannya. Jelaskan sifat hakikat ilmu sosiologi. Mengutip modul ada apa dengan sosiologi (2017), sifat dan.
Materi Sosiologi SMA Kelas Eleven Konflik, Kekerasan, dan Upaya Penyelesaiannya one. KONFLIK SOSIAL a. Pengertian Konflik Dalam kehidupan masyarakat ketrentaman dan kedamaian merupakan sebuah keadaan sosial yang selalu diharapkan. Namun pada kenyataannya dalam setiap masyarakat pasti terdapat sebuah perselisihan atau masalah yang dapat menyebabkan konflik. MenurutKamus Besar Bahasa IndonesiaKBBI konflik diartikan sebagai percekcokan, perselisihan atau pertentangan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih atau juga kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tak berdaya. Konflik merupakan suatu proses disosiatif yang menyebabkan ketidakteraturan dalam kehidupan masyarakat, namun konflik juga memiliki fungsi bagi masyarakat. Konflik menurut Soerjono Soekanto konflik berisi perasaan yang memperdalam perbedaan-perbedaan antara individu dan kelompok yang memicu keinginan untuk saling menekan dan menghancurkan pihak lain. Kata “konflik” berasal dari bahasa Latin “configure” yang artinya saling memukul. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, konflik didefinisikan sebagai percekcokkan, perselisihan, atau pertentangan. Dengan demikian, secara sederhana, konflik merujuk pada adanya dua hal atau lebih yang bersebrangan, tidak selaras, dan bertentangan. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih atau juga kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. b. Faktor-Faktor Penyebab Konflik Soerjono Soekanto mengemukakan empat faktor yang dapat menyebabkan terjadinya konflik dalam masyarakat, yakni perbedaan antarindividu setiap manusia memiliki ego sendiri-sendiri yang jika tidak di kendalikan secara tepat dapat menimbulkan konflik dengan individu perbedaan antarkebudayaan individu merupakan bagian dari suatu masyarakat dimana pola-pola pemikirannya dipengaruhi oleh masyarakat tersebut sehingga secara sadar atau tidak timbul pertentngan karena perbedaan kebudayaan. perbedaan kepentingan setiap individu maupun kelompok tentu memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda dalam mengerjakan sesuatu perubahan sosial hal ini merupakan faktor penting penyebab terjadinya konflik misalnya pada masyarakat yang tertutup dan sulit menerima perubahan akan menentang perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan yang telah ada. c. Bentuk-Bentuk Konflik Lewis A. Coser membedakan konflik atas dua bentuk. Konflik realistis berasal dari kekecewaan individu atau kelompok terhadap sistem dan tuntutan-tuntutan yang terdapat dalam hubungan sosial. Konflik nonrealistic adalah konflik yang bukan berasal dari tujuan-tujuan persaingan yang antagonistis berlawanan, melainkan dari kebutuhan pihak-pihak tertentu untuk meredakan ketegangan. Contohnya pembalasan dendam lewat ilmu gaib yang dilakukan dalam masyarakat tradisional. Contoh lain adalah upaya mencari kambing hitam yang terjadi dalam masyarakat telah maju. Soerjono Soekanto menyebutkan lima bentuk khusus konflik atau pertentangan yang terjadi dalam masyarakat. Konflik pribadi Konflik rasial Konflik antara kelas-kelas sosial Konflik politik Konflik internasional Dari sudut psikologi sosial, Ursula Lehr mengemukakan bentuk-bentuk konflik Konflik dengan orang tua sendiri Konflik dengan anak-anak sendiri Konflik dengan keluarga Konflik dengan orang lain Konflik dengan suami istri Konflik di sekolah Konflik dalam pemilihan pekerjaan Konflik agama Konflik pribadi d. Dampak Sebuah Konflik Konflik dapat memiliki dampak atau akibat positif maupun negative Segi positif konflik adalah sebagai berikut. Konflik dapat memperjelas aspek-aspek kehidupan yang belum jelas atau masih belum tuntas ditelaah. Konflik memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai-nilai, serta hubungan-hubungan sosial dalam kelompok bersangkutan dengan kebutuhan individu atau kelompok Konflik meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok in-group solidarity yang sedang berkonflik dengan kelompok lain. Konflik merupakan jalan untuk mengurangi ketergantungan antarindividu dan kelompok Konflik dapat membantu menghidupkan kembali norma-norma lama dan menciptakan norma-norma baru Konflik dapat berfungsi sebagai sarana untuk mencapai keseimbangan antara kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat Konflik memunculkan sebuah kompromi baru apabila pihak yang berkonflik berada dalam kekuatan yang seimbang Segi negative suatu konflik adalah sebagai berikut. Keretakan hubungan antar individu dan persatuan kelompok Kerusakan harta benda dan jatuhnya korban manusia Berubahnya sikap kepribadian para individu, baik yang mengarah pada hal-hal positif atau negative Munculnya dominasi kelompok pemenang atas kelompok yang kalah KEKERASAN a. pengertian Kekerasan adalah bentuk lanjutan dari konflik sosial. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, kekerasan didefinisikan sebagai perbuatan seseorang atau kelompok yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain, atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kekerasan identik dengan tindakan melukai orang lain dengan sengaja, membunuh, atau memperkosa. Kekerasan seperti itu sering disebut sebagai kekerasan langsung directly violence. Kekerasan juga menyangkut tindakan-tindakan seperti mengekang, mengurangi atau meniadakan hak seseorang, mengintimidasi, memfitnah, dan menteror orang lain. Jenis kekerasan yang terakhir disebut kekerasan tidak langsung indirect violence b. Teori-Teori tentang Kekerasan Teori Faktor Individual Agresivitas perilaku seseorang dapat menyebabkan timbulnya kekerasan. Faktor penyebab perilaku kekerasan adalah faktor pribadi dan faktor sosial. Faktor pribadi meliputi kelainan jiwa, seperti psikopat, psikoneurosis, frustasi kronis, serta pengaruh obat bius. Faktor yang bersifat sosial, antara lain konflik rumah tangga, faktor budaya, dan media massa. Teori Faktor Kelompok Terjadi karena benturan identitas kelompok yang berbeda. Contohnya konflik antarsupoter bola Teori Dinamika Kelompok Kekerasan yang timbul karena adanya deprivasi relative kehilangan rasa memiliki yang terjadi dalam kelompok atau masyarakat. Artinya, perubahan-perubahan sosial yang terjadi demikian cepat dalam sebuah masyarakat dan tidak mampu ditanggapi dengan seimbang oleh sistem sosial dan nilai masyarakatnya. CARA PENGENDALIAN KONFLIK DAN KEKERASAN Konflik merupakan gejala sosial yang senantiasa melekat dalam kehidupan setiap masyarakat. Sebagai gejala sosial, konflik hanya akan hilang bersama hilangnya masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, yang dapat kita lakukan adalah mengendalikan agar konflik tersebut tidak berkembang menjadi kekerasan violence. Pada umumnya masyarakat memiliki sarana atau mekanisme untuk mengendalikan konflik di dalam tubuhnya. Beberapa sosiolog menyebutnya sebagai katup penyelamat safety valve, yaitu mekanisme khusus yang dipakai untuk mempertahankan kelompok dari kemungkinan konflik. Lewis A. Coser melihat katup penyelemat sebagai jalan keluar yang dapat meredakan permusuhan antara dua pihak yang berlawanan. Secara umum, ada tiga macam bentuk pengendalian konflik sosial Konsiliasi Bentuk pengendalian konflik yang dilakukan melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak-pihak yang bertikai. Mediasi Pengendalian konflik dengan cara mediasi dilakukan apabila kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator. Pihak ketiga ini akan memberikan pemikiran atau nasihat-nasihatnya tentang cara terbaik dalam menyelesaikan pertentangan mereka. Arbitrasi Arbitrasi atau perwasitan umumnya dilakukan apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan tertentu untuk menyelesaikan konflik. Sumber. Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2014. SosiologiKelompok Pemintan Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta. Esis Erlangga Soekanto, Soerjono. Suatu Pengantar. Jakarta CV Rajawali.
Secarasosiologis, kekerasan umumnya terjadi saat individu atau kelompok yang berinteraksi mengabaikan norma dan nilai-nilai sosial dalam mencapai tujuan masing-masing. Akibat dari pengabaian norma dan nilai sosial itu, timbullah tindakan-tindakan irasional yang cenderung merugikan pihak lain, tetapi menguntungkan diri sendiri.
Pengertian Kekerasan – Setiap manusia yang ada pada dunia ini pasti akan selalu berdampingan dengan yang namanya perbedaan, baik itu perbedaan latar belakang agama, ras, suku, dan sebagainya, perbedaan fisik, perbedaan jenis kelamin, dan masih banyak lagi. Tidak ada salahnya hidup berdampingan dengan perbedaan, bahkan dengan perbedaan itu dapat membuat hidup menjadi lebih beragam dan berwarna. Namun, di sisi lainnya, perbedaan yang dekat dengan kita ini ternyata bisa menjadi penyebab terjadinya suatu konflik yang terjadi antar individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Lebih parahnya lagi, perbedaan bisa juga menjadi pemicu timbulnya tindak kekerasan dalam sebuah lingkungan masyarakat. Saat ini, sudah banyak tindak kekerasan yang terjadi pada lingkungan masyarakat yang di mana tindak kekerasan yang terjadi akan menimbulkan luka pada korbannya, baik itu luka fisik atau luka psikis. Pada umumnya, kekerasan sering terjadi karena adanya berbagai macam permasalahan yang ada pada suatu masyarakat, kemudian masalah-masalah tersebut sangat sulit untuk diselesaikan. Banyaknya tindak kekerasan pada suatu wilayah menandakan bahwa wilayah tersebut sedang tidak baik-baik saja. Bagi para korban tindak kekerasan, sebaiknya segera melapor pada pihak berwajib, Lembaga Pemerintah, keluarga, Lembaga Swadaya Masyarakat LSM. Dengan begitu, pelaku tindak kekerasan bisa segera ditangkap dan diberi hukuman. Tindak kekerasan memang merupakan salah satu hal yang tidak dibenarkan di dunia ini. Akan tetapi, tidak ada salahnya kita untuk mengetahui apa itu kekerasan, ciri-ciri kekerasan, jenis-jenis kekerasan, hingga contoh kekerasan. Dengan mengetahui kekerasan lebih dalam, maka kita akan semakin sadar bahwa tindak kekerasan harus dihindari atau bahkan tidak boleh dilakukan oleh semua orang. Pengertian KekerasanJenis KekerasanBerdasarkan Bentuknya1. Kekerasan Fisik2. Kekerasan Struktural3. Kekerasan PsikologisBerdasarkan Pelakunya1. Kekerasan Individual2. Kekerasan KolektifPenyebab Kekerasan1. Hilangnya Harga Diri2. Tingkat Ekonomi Berbeda3. Tidak Bisa Mengendalikan Emosi4. Dendam5. Sudah Menjadi Tradisi6. Pemabuk atau Pengguna NarkobaContoh KekerasanCiri-Ciri Korban Kekerasan1. Adanya Perubahan Perilaku2. Menjadi Lebih Pendiam3. Cepat Murung dan Cemas4. Menutup Diri5. Takut Bertemu dengan Orang Lain atau Pelaku KekerasanDampak KekerasanKesimpulanRekomendasi Buku & Artikel TerkaitBuku TerkaitMateri Terkait Fisika pixabay Dikutip dari buku M, Rahmat yang berjudul Ensiklopedia Konflik Sosial, dalam bahasa Latin, kekerasan ini sering disebut dengan violentia yang berarti kebengisan, keganasan, aniaya, dan kegarangan. Kekerasan itu sendiri bisa dibilang sebagai perilaku yang disengaja atau tidak disengaja dengan tujuan untuk melukai orang lain. Oleh sebab itu, kekerasan merupakan salah satu tindakan yang sangat melanggar Hak Asasi Manusia. Hal ini dikarenakan tindak kekerasan tidak pernah mencerminkan norma-norma dan nilai-nilai yang mencerminkan Hak Asasi Manusia. Oleh karena pelaku tindak kekerasan harus segera diberi hukuman agar mendapatkan efek jera. Kekerasan adalah sebuah tindakan yang memang sengaja dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tujuan menindas yang lemah agar terus mendapatkan penderitaan. Kekerasan ini bisa dalam bentuk fisik atau bisa juga dalam bentuk psikis. Adapun tindak kekerasan fisik, seperti seseorang memukul atau menendang, dan sebagainya. Sedangkan kekerasan psikis, seperti memaksa orang lain untuk melakukan hal yang tidak disukainya. Kedua bentuk itu sama-sama memiliki dampak yang bisa merugikan korbannya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI kekerasan adalah perbuatan seseorang atau kelompok orang yang menyebabkan cedera atau matinya orang lain atau menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain. Jika tindak kekerasan pada suatu lingkungan masyarakat, maka besar kemungkinan diri sendiri akan masuk ke dalam diri sendiri, sehingga tak menutup kemungkinan akan melakukan tindak kekerasan juga. Terlebih lagi, kita akan sangat sulit dalam melakukan pembedaan terhadap tindak kekerasan dengan yang bukan. Selain itu, berkembangnya teknologi juga membuat tindak kekerasan semakin luas. Dengan kata lain, tindak kekerasan bukan hanya terjadi di dunia nyata saja, tetapi juga terjadi di dunia maya atau dunia media sosial. Oleh karena itu, agar kita tidak menjadi pelaku kekerasan di dunia maya, maka kita perlu dalam menggunakan media sosial. Jenis Kekerasan Supaya bisa mengelompokkan kekerasan yang sedang terjadi, maka kita perlu mengetahui jenis-jenis kekerasan. Kekerasan yang ada di lingkungan masyarakat, dibagi berdasarkan bentuk dan pelakunya. Berdasarkan Bentuknya Bentuk kekerasan ini dibagi menjadi tiga, yaitu kekerasan fisik, kekerasan struktural, dan kekerasan psikologis. 1. Kekerasan Fisik Kekerasan fisik adalah suatu kekerasan yang terjadi secara nyata atau dapat dilihat dan dirasakan oleh tubuh langsung. Kekerasan fisik ini seringkali meninggalkan bekas luka bagi penerima kekerasan atau korban tindak kekerasan, sehingga ketika ingin melaporkan tindak kekerasan ini akan divisum terlebih dahulu. Adapun wujud dari kekerasan fisik, seperti pemukulan, pembacokan, bahkan hingga menghilangkan nyawa seseorang. Kekerasan fisik ini bisa juga disebut dengan kekerasan langsung karena bisa langsung menyebabkan luka pada korbannya. Kekerasan fisik ini bukan hanya terjadi di lingkungan luar rumah saja, tetapi bisa juga terjadi di lingkungan keluarga, seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga KDRT. 2. Kekerasan Struktural Kekerasan struktural ini bisa dibilang sebagai kekerasan yang sangat kompleks karena bukan hanya berkaitan dengan individu saja, tetapi juga sering terjadi dengan suatu kelompok. Kekerasan struktural adalah jenis kekerasan yang dapat terjadi dan pelakunya bisa kelompok atau seseorang dengan cara memakai sistem hukum, sistem ekonomi, atau norma-norma yang terjadi pada lingkungan masyarakat. Maka dari itu, kekerasan struktural ini seringkali menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial, baik itu pada pendidikan, pendapatan, keahlian, pengambil keputusan, dan sumber daya. Dari hal-hal itu bisa memberikan pengaruh terhadap jiwa dan fisik seseorang. Kekerasan struktural ada yang bisa diselesaikan dengan cara bermusyawarah atau melalui jalur hukum. 3. Kekerasan Psikologis Kekerasan psikologis adalah kekerasan yang di mana dilakukan untuk melukai mental atau jiwa seseorang, sehingga bisa menyebabkan seseorang menderita gangguan jiwa. Kekerasan psikologis ini lebih dikenal oleh masyarakat banyak dengan nama kekerasan psikis. Bentuk dari kekerasan psikologis biasanya, seperti ucapan yang menyakitkan hati, melakukan penghinaan terhadap seseorang atau kelompok, melakukan ancaman, dan sebagainya. Kekerasan psikologis ini bukan hanya bisa menimbulkan ketakutan saja, tetapi bisa juga menyebabkan seseorang mendapatkan trauma secara psikis. Jika korban kekerasan psikis sudah cukup parah, maka ia perlu dibawa ke psikiater atau psikolog. Selain itu, orang-orang disekitarnya harus tetap mendukungnya agar mendapatkan keadilan. Berdasarkan Pelakunya Kekerasan bukan hanya dapat dilihat dari bentuk kekerasan saja, tetapi dapat dilihat juga berdasarkan pelakunya. Adapun kekerasan berdasarkan pelakunya dibagi menjadi dua, yaitu kekerasan individual dan kekerasan kolektif. 1. Kekerasan Individual Kekerasan individual adalah jenis kekerasan yang di mana kekerasannya dilakukan oleh seseorang kepada seseorang lainnya atau bisa juga lebih dari seseorang. Biasanya kekerasan individual ini terjadi dalam bentuk kekerasan, seperti pemukulan, pencurian, penganiayaan, dan lain-lain. Kekerasan individual ini bisa saja terjadi di lingkungan terdekat kita, sehingga kita perlu selalu waspada agar tidak menjadi korban kekerasan. 2. Kekerasan Kolektif Kekerasan kolektif adalah kekerasan yang di mana dilakukan oleh sebuah kelompok atau massa. Biasanya kekerasan ini terjadi karena adanya perselisihan antar kelompok, sehingga memicu terjadinya tawuran, bentrokan, dan lain-lain. Kekerasan kolektif ini bisa merugikan infrastruktur yang ada disekitarnya. Lebih parahnya, kekerasan ini bisa menimbulkan korban jiwa. Maka dari itu, ketika kekerasan kolektif terjadi biasanya baru bisa diselesaikan oleh pihak berwajib. Jadi, jika melihat terjadinya kekerasan kolektif, sebaiknya segera memberitahukan kepada pihak berwajib. Itulah beberapa jenis kekerasan yang dibagi berdasarkan bentuk dan pelakunya. Dari jenis-jenis kekerasan itu, kita bisa mengelompokkan kekerasan yang sedang terjadi dan bagaimana cara untuk menyelesaikannya. Penyebab Kekerasan pixabay Kekerasan yang dilakukan oleh seseorang atau oleh kelompok tidak terjadi begitu saja. Dengan kata lain, ada penyebab kekerasan itu terjadi. Berikut ini penyebab kekerasan. 1. Hilangnya Harga Diri Setiap orang yang ada di dunia ini pasti memiliki harga diri. Dengan kata lain, seseorang pasti ingin dihargai oleh para sesamanya terutama yang ada di lingkungan terdekatnya. Namun, jika seseorang sudah kehilangan harga diri dan sudah tidak dihargai lagi oleh lingkungan terdekatnya, maka ia bisa melakukan tindak kekerasan yang biasanya akan dimulai dari sikap dan perilaku marah. Kekerasan yang disebabkan karena hilangnya harga diri memiliki motif yang sangat kuat. Selain itu, bukan hanya bisa dilakukan secara individu saja, tetapi bisa juga dilakukan secara kelompok. 2. Tingkat Ekonomi Berbeda Penyebab kekerasan selanjutnya adalah tingkat ekonomi yang berbeda atau bisa dibilang sebagai kemiskinan. Penyebab ini bisa juga diartikan sebagai sulitnya mendapatkan akses ke pusat ekonomi terutama pada masa-masa kritis. Adanya perubahan sosial ini menghadirkan tingkat ekonomi yang berbeda juga. Bahkan, seseorang yang sulit menghadapi perubahan sosial bisa memicu dirinya untuk melakukan tindak kekerasan terutama ketika menghadapi tingkat ekonomi yang berbeda. Hal ini dapat terjadi karena seseorang sudah kehilangan akan sehat agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga berani untuk melakukan kekerasan, seperti merampok, menjambret, dan sebagainya. 3. Tidak Bisa Mengendalikan Emosi Setiap orang memang tidak pernah bisa terlepas dari yang namanya masalah, sehingga bisa memunculkan yang namanya emosi. Penyebab kekerasan selanjutnya adalah seseorang atau kelompok yang tidak bisa mengendalikan emosi. Jika emosi yang ada di dalam diri sulit dikendalikan, maka emosi akan terus meningkat, sehingga akan mudah marah dengan permasalahan yang sepele. Dari situlah, tindak kekerasan bisa terjadi dan bisa menimbulkan korban jiwa. 4. Dendam Dendam merupakan salah sifat yang dapat menyebabkan seseorang melakukan kekerasan. Munculnya rasa dendam ini disebabkan karena seseorang tidak terima dengan perilaku yang pernah menimpa dirinya, sehingga memicu rasa amarah dalam diri. Dari perasaan marah itulah, seseorang akan nekat untuk melakukan kekerasan demi bisa membalas apa yang pernah diterimanya pada waktu itu. Pelampiasan amarah yang dituangkan melalui kekerasan ini sangatlah tidak baik karena bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Bahkan, dengan rasa dendam bisa saja menimbulkan terjadi korban jiwa. Dari dendam ini bisa saja terus menghadirkan kekerasan terhadap generasi-generasi selanjutnya yang bisa membuat permusuhan sulit untuk dihilangkan. 5. Sudah Menjadi Tradisi Kekerasan bisa juga disebabkan karena sudah adanya tradisi kekerasan dalam suatu lingkungan. Kekerasan yang disebabkan karena tradisi sangat sulit untuk dihilangkan, sehingga akan terus berlanjut ke generasi selanjutnya. Adapun contoh dari tindak kekerasan yang dilakukan karena tradisi adalah kegiatan masa orientasi atau yang lebih dikenal oleh banyak orang dengan sebutan ospek. Ospek ini berlaku pada siswa atau mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan di lembaga pendidikan baru. Pada kegiatan ospek seringkali terjadi tindak kekerasan, sehingga menimbulkan rasa takut pada peserta ospek. Dari rasa takut itu, korban ospek ini muncul keinginan untuk membuat siswa atau mahasiswa baru merasakan apa yang pernah dirasakan, sehingga ospek pun menjadi tradisi. Namun, saat ini ospek sudah dilarang dan diganti dengan kegiatan yang lebih positif ketika siswa atau mahasiswa baru masuk ke lembaga pendidikan baru. Dengan begitu, tradisi ospek pun perlahan-lahan akan menghilang. 6. Pemabuk atau Pengguna Narkoba Penyebab kekerasan bisa juga dipicu dari gaya hidup yang tidak baik dan tidak sehat, seperti minum minuman beralkohol secara berlebihan dan pengguna narkoba. Ketika seseorang sudah dalam keadaan mabuk dan tidak dapat mengendalikan dirinya, baik itu karena minuman beralkohol atau narkoba, maka bisa membuat ricuh yang memicu terjadinya tindak kekerasan. Bahkan bisa melakukan penyiksaan terhadap lebih dari satu korban. Kekerasan yang disebabkan karena mabuk dan memakai narkoba ini bisa juga terjadi antar kelompok dengan kelompok, sehingga bisa memicu terjadinya tawuran atau bentrok yang akan sulit dihilangkan. Bahkan, dari tawuran tersebut bisa menimbulkan korban jiwa, sungguh sangat disayangkan apabila hal seperti itu dapat terjadi. Contoh Kekerasan Contoh-contoh kekerasan sebagai berikut. Melakukan pencurian atau perampokan. Melakukan pembacokan atau pembegalan. Melukai perasaan orang lain, baik dalam bentuk menghina, mengejek, dan memaki. Melukai tubuh orang lain, seperti melakukan pemukulan, melakukan penusukan, melakukan pemerkosaan, dan melakukan pelecehan seksual. Ciri-Ciri Korban Kekerasan pixabay Korban kekerasan memang harus segera mendapatkan penanganan yang baik. Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui ciri-ciri korban kekerasan, diantaranya 1. Adanya Perubahan Perilaku Seseorang yang sudah menjadi korban kekerasan akan mengalami perubahan perilaku yang jauh dari biasanya. Perubahan perilaku yang dimaksud, bisa seperti menjadi lebih takut ketika ingin melakukan aktivitas di luar rumah. Selain itu, bisa juga dilihat dari yang biasanya hidup dengan tenang menjadi pendendam. 2. Menjadi Lebih Pendiam Korban kekerasan seringkali takut untuk mengungkapkannya kepada orang lain, sehingga hanya berdiam diri saja. Hal bisa terjadi karena korban kekerasan ini terkena trauma, sehingga kondisi psikisnya juga kena. Bahkan, ia akan mengurangi intensitas berbicara dengan orang lain. 3. Cepat Murung dan Cemas Selain menjadi pendiam, korban kekerasan juga akan berubah menjadi seseorang yang murung dan cemas. Jika ada orang-orang terdekat kamu yang terlihat seperti itu, sebaiknya segera diberi dukungan moral agar kondisi jiwanya tidak menjadi parah. 4. Menutup Diri Rasa takut akan terus menghampiri korban kekerasan, sehingga ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menutup dirinya dari orang lain. 5. Takut Bertemu dengan Orang Lain atau Pelaku Kekerasan Trauma pada korban kekerasan akan sulit dihilangkan, sehingga ia akan takut bertemu dengan orang lain atau bertemu dengan pelaku kekerasan. Bahkan, korban kekerasan akan merasa kalau orang lain sangat berbahaya untuk dirinya. Dampak Kekerasan Bisa menyebabkan seseorang mengalami trauma yang sulit dihilangkan. Takut berhadapan dengan pelaku kekerasan atau bahkan orang lain. Bisa merusak kondisi kejiwaan atau depresi. Bisa meninggalkan bekas luka fisik yang sulit dihilangkan. Membuat emosi menjadi tidak stabil. Kesimpulan Kekerasan merupakan suatu tindakan yang tidak mencerminkan Hak Asasi Manusia. Oleh karena itu, bagi pelaku kekerasan harus segera diberikan sanksi hukum yang sudah berlaku. Selain itu, bagi setiap anggota masyarakat harus saling melindungi agar tindak kekerasan bisa dihindarkan. Meskipun tindak kekerasan sudah sangat banyak dan bisa saja terjadi di dekat kita, tetapi kita tidak boleh menurunkan rasa simpati terhadap korban kekerasan. Hal ini perlu dilakukan agar korban tidak merasa trauma dan memiliki keberanian dalam menjalani hidup. Di samping itu, kita juga harus menuntut keadilan agar pelaku kekerasan diberikan sanksi tegas. Rekomendasi Buku & Artikel Terkait ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Secaraumum, Pengertian Konflik Sosial (Pertentangan) adalah sebagai suatu proses sosial antara dua pihak atau lebih ketika pihak yang satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Latar belakang adanya konflik adalah adanya perbedaan yang sulit ditemukan kesamaannya atau didamaikan baik itu
Jawaban Esai1. Jelaskan pendapat Anda mengapa primordialisme yang terjadi dalam masyarakat IndonesiaJawabanPrimordialisme merupakan konsekuensi dari adanya diferensiasi. Faktor lain pun turut mempengaruhi primordialisme itu dapat terjadi. Seperti adanya sesuatu yang dianggap istimewa dalam kelompok, adanya sikap mempertahankan keutuhan suatu kelompok, adanya nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan seperti nilai agama dan pandangan Etnosentrisme tentu menyebabkan adanya penilaian subjektif dari kelompok atau masyarakat yang berbeda. Akan tetapi, etnosentrisme juga memiliki segi positif. Jelaskan segi positif adanya etnosentrismeJawabanSegi positif dari etnosentrisme adalah dapat menjaga keutuhan dan kestabilan budaya, dapat mempertinggi semangat patriotisme dan kesetiaan kepada bangsa, dan juga dapat memperteguh rasa cinta terhadap kebudayaan atau bangsa3. Jelaskan pengaruh diferensiasi dan stratifikasi sosialJawabanSecara umum diferensiasi dan stratifikasi memberikan pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positifnya, diferensiasi dan stratifikasi sosial dapat mendorong terjadinya integrasi sosial. Sedangkan pengaruh negatifnya dapat terjadi disintegrasi sosial. Diferensiasi sosial dapat menimbulkan primordialisme, etnosentrisme, politik aliran dan terjadinya proses konsolidasi4. Jelaskan pengertian konflik menurut Lewis A. CoserJawabanKonflik adalah sebuah perjuangan mengenai nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan dan sumber daya yang bersifat langka dengan maksud menetralkan, mencederai, atau melenyapkan lawan5. Tuliskan lima bentuk khusus konflik menurut Soerjono SoekantoJawabanLima bentuk konflik menurut Soerjono Soekantoa Konflik pribadib Konflik rasialc Konflik antar kelas sosiald Konflik politike Konflik internasional6. Konflik tidak hanya memberi dampak negatif, tetapi juga memberikan dampak positif dalam masyarakat. Jelaskan dampak positif dari adanya konflikJawabanDampak positif dari konflika Dapat memperjelas aspek kehidupan yang belum jelas atau masih belum tuntas ditelaahb Konflik memungkinkan adanya penyesuaian kembali norma-norma, nilai serta hubungan sosial dalam kelompok bersangkutanc Meningkatkan solidaritasd Menghidupkan kembali norma lama dan menciptakan norma baru7. Tuliskan contoh dari kekerasan langsung direct violenceJawabanContoh dari kekerasan langsung seperti membunuh, menganiaya, memerkosa8. Jelaskan bentuk pengendalian konflik melalui konsiliasiJawabanKonsiliasi merupakan bentuk pengendalian konflik melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan diskusi dan pengambilan keputusan yang adil di antara pihak-pihak yang Jelaskan perbedaan dari pengendalian konflik dengan cara mediasi dan arbitrase dan berikan contohnyaJawaban Mediasi merupakan pengendalian konflik yang dilakukan apabila antara kedua pihak yang berkonflik sepakat untuk menunjuk pihak ketiga sebagai mediator. Pihak ini akan memberikan saran dan masukan yang dapat diambil oleh pihak yang berkonflik. Contoh konflik antara siswa dan guru dapat dimediatori oleh guru BK. Adapun arbitrase umumnya dilakukan apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat untuk menerima atau terpaksa menerima hadirnya pihak ketiga yang akan memberikan keputusan untuk menyelesaikan konflik. Contoh Konflik antara kakak dan adik, akan dilerai oleh kedua orang Jelaskan hakikat kekerasan secara sosiologis dan berikan contohnyaJawabanHakikat kekerasan secara sosiologis konflik diartikan sebagai proses sosial antara dua orang atau lebih atau kelompok yang berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkan atau membuat tidak klik warna biru untuk linkSoalSoal Pilihan Ganda Aletheia Rabbani من لم يذق مر التعلم ساعة, تجرع ذل الجهل طول حياته “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan” _ Imam As-Syafi’i
1 Pengertian Berdasarkan teori perubahan sosial dari Farley (1990) dalam Sztompka, perubahan sosial merupakan perubahan kepada pola perilaku, hubungan sosial, lembaga dan struktur sosial pada waktu tertentu. Hal tersebut terkait adanya perubahan kepada interaksi dalam masyarakat keika mereka melakukan tindakan dalam masyarakat itu sendiri.
– Ketika mendengar kata konflik, mungkin yang terlintas dikepala kita adalah mengenai tindakan kekerasan. Padahal, konflik tidak selalu berwujud kekerasan. Perselisihan atau sengketa antarindividu juga bisa disebut sebagai konflik. Antara konflik dan kekerasan memiliki hubungan yang erat. Tidak akan ada kekerasa tanpa diawali oleh gejala konflik terlebih begitu, gejala konflik tidak mesti berujung pada kekerasan. Kekerasan akan terjadi apabila konflik yang dialami oleh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya tidak mampu untuk diselesaikan. Dalam buku Pengantar Ringkas Sosiologi 2020 karya Elly M. Setiadi, dijelaskan bahwa ada dua pengertian tentang kekerasan, yaitu Kekerasan dalam arti sempit Kekerasan dalam arti sempit merujuk pada tindakan berupa serangan, perusakan, penghacuran terhadap diri fisik seseorang maupun milik atau sesuatu yang secara potensial menjadi milik orang lain. Baca juga Masalah Sosial Definisi dan Faktor PenyebabnyaBerarti, dalam pengertian ini kekerasan merujuk pada tindakan fisik yang bersifat personal, yaitu mengarah pada orang atau kelompok tertentu yang dilakukan secara sengaja, langsung, dan aktual. Kekerasan dalam arti luas Kekerasan dalam arti luas merujuk pada tindakan fisik maupun tindakan psikologik yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang, baik yang dilakukan secara sengaja maupun secara tidak sengaja, langsung atau tidak langsung, personal atau struktural. Jenis-jenis kekerasan Dalam buku Pengantar Sosiologi Konflik 2009 karya Novri Susan, dijelaskan beberapa jenis kekerasan, antara lain Kekerasan struktural Kekerasan struktural adalah kekerasan yang diciptakan oleh suatu sistem yang menyebabkan manusia tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Baca juga Jenis-Jenis Kelompok Sosial Contoh kekerasan struktural adalah tidak dilibatkannya peran masyarakat Papua di dalam industri Freeport dengan alasan tidak memiliki keterampilan atau keahlian yang memadai untuk industri.
Secaraumum, pengertian korupsi adalah suatu tindakan penyalahgunaan jabatan atau wewenang yang dilakukan oleh seorang pejabat demi mendapatkan keuntungan pribadi. Pendapat lain mengatakan definisi korupsi adalah suatu perilaku tidak jujur atau curang demi keuntungan pribadi oleh mereka yang berkuasa, dan biasanya melibatkan suap.
Web server is down Error code 521 2023-06-15 074511 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d79312dfd6c0a73 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
YekSaudi yg merasa paling pintar dan tidak bodoh: Ada baiknya antum baca kembali kitab yg antum sebutkan. Atau baca baik2 komen di atas yg menukil secara lengkap fatwa Ibnu Taymiyah. Akan lebih baik lagi, kalo antum cantumkan disini teks asli fatwa ibnu taymiyyah secara lengkap dan fatwa Imam Syatibi secara lengkap. Baru kita bahas bersama. OK!!
- Macam-macam kekerasan berdasarkan bentuknya bisa dibedakan menjadi 3 jenis, yakni kekerasan fisik, kekerasan verbal, dan kekerasan psikologis. Masing-masing punya dampak berlainan. Adapun macam-macam kekerasan berdasarkan pelakunya ada 2 jenis, yakni kekerasan individual dan kekerasan kolektif. Keduanya dibedakan dari segi jumlah pelaku kekerasan. Pengertian kekerasan adalah ekspresi yang dilakukan oleh individu atau kelompok, baik secara fisik maupun verbal, yang mencerminkan tindakan agresi dan penyerangan pada kebebasan/martabat. Definisi ini mengutip dari Kamus Sosiologi karya Agung Tri Haryanta dan Eko Sujatmiko 2012.Dalam sosiologi, kekerasan juga didefinisikasn sebagai penggunaan kekuatan fisik atau kekuasaan, berupa ancaman maupun tindakan, terhadap individu ataupun kelompok yang menimbulkan akibat berupa kerugian fisik, psikologis, hingga perampasan itu, ahli sosiologi bidang studi konflik, Johan Galtung mendefinisikan kekerasan sebagai sikap menekan lawan secara fisik, verbal, maupun psikologis. Kekerasan juga bisa berupa tindakan yang menyebabkan kerusakan properti milik orang lain, selain dampak fisik dan merupakan salah satu topik materi dalam studi sosiologi. Tema kekerasan jadi bahasan di sosiologi karena ia berkaitan dengan konflik sebagai fenomena sosial. Banyak konflik sering kali berlanjut dengan tindakan kekerasan. Macam-macam Kekerasan Berdasarkan Bentuk & Contoh Terkait jenis bentuk kekerasan, di sebagian sumber, dikelompokkan menjadi 2 macam saja, yakni kekerasan fisik dan non-fisik. Kekerasan verbal dan psikologis masuk kategori kekerasan non-fisik. Namun, secara makna, tidak ada perbedaan dengan kategorisasi bentuk kekerasan jadi tiga jenis, yaitu kekerasan fisik, kekerasan verbal, dan kekerasan psikologis. Apa yang dimaksud dengan kekerasan fisik adalah kekerasan nyata yang bisa dilihat dan dirasakan oleh tubuh. Maka itu, kekerasan fisik bisa dilihat secara kasat fisik melibatkan interaksi langsung anggota tubuh. Dampaknya pun dirasakan langsung secara fisik, seperti cedera, cacat, trauma, gangguan kesehatan, dan bahkan kekerasan fisik adalah penganiayaan memukul, menendang, menikam, perkelahian, aksi perusakan barang milik pihak lain, pembunuhan, pemerkosaan dan kekerasan seksual lain, serta penyiksaan. Selanjutnya, kekerasan psikologis merupakan tindakan kekerasan yang diekspresikan lewat bahasa tubuh atau tindakan non-fisik lainnya, yang menyasar kejiwaan lawan, sehingga bisa menimbulkan dampak secara mental. Dampaknya bahkan bisa menganggu kondisi kejiwaan korban. Contoh kekerasan psikologis adalah mempermalukan, mengucilkan, merendahkan, mengasingkan, hingga menekan mental korban. Sementara itu, kekerasan verbal berupa tindakan kekerasan yang melibatkan ucapan yang dapat menekan korban secara psikologis maupun fisik. Contoh kekerasan verbal adalah mengancam, menghina, memaki, ujaran kebencian hate speech, mengejek, hingga body shaming menghina kondisi fisik seseorang.Di sisi lain, ada beberapa tindakan kekerasan yang mungkin bisa melibatkan 3 bentuk di atas. Hal ini terlihat di perundungan bullying yang bisa dilakukan dalam bentuk kekerasan fisik, psikologis, sekaligus verbal. Macam-macam Kekerasan Berdasarkan Pelaku & Contoh Berdasarkan pelakunya, kekerasan dapat digolongkan menjadi 2 bentuk yaitu kekerasan individual dan kekerasan kolektif. Dinukil dari modul Sosiologi SMA XI terbitan Kemdikbud 2020, kekerasan individual adalah tindak kekerasan yang dilakukan oleh individu terhadap individu lainnya. Contoh kekerasan individual termasuk semua bentuk kekerasan yang dilakukan oleh individu pada seseorang lainnya. Misalnya, perkelahian 1 lawan 1 baku pukul di antara 2 orang, atasan memaki bawahan, ayah memukul anak, teman menghina teman, dan lain sebagainya. Jenis kedua, yakni kekerasan kolektif merupakan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok banyak individu atau massa. Contoh kekerasan kolektif ialah tawuran, perang, aksi massa main hakim ke pelaku kriminal, perkelahian antargeng, pasukan keamanan memukul demonstran, dan sejenisnya. - Pendidikan Kontributor Muhammad HufronPenulis Muhammad HufronEditor Addi M Idhom
.